pembunuhan gadis di jepara
Keluarga memakamkan jenazah korban pembunuhan di Jepara, Kamis (14/5). (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Aparat Polres Jepara masih memburu pelaku pembunuhan gadis yatim piatu di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Rabu (13/5) petang.

Selain menghabisi nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban. Korban yang diketahui bernama Sintya Wulandari (20) ditemukan tak bernyawa di kamarnya.

Kejadian pembunuhan gadis yatim piatu di Jepara itu sontak menggegerkan warga. Warga RT 1 RW 1 Desa Dongos, pun dibuat gempar dengan kejadian itu. Jasad korban kali pertama diketahui oleh kakaknya, Agus (26) Saat hendak membangunkan korban untuk persiapan berbuka puasa.

BACA JUGA : WOM Finance Donasikan Alquran di Jepara

Nahas, saat masuk kamar korban, Agus dikagetkan dengan adiknya yang tak lagi bergerak dan tergeletak di lantai kamar. Korban diketahui masih mengenakan mukena bagian bawah. Agus juga melihat mulut adiknya berdarah.

“Semula kakaknya mengira Sintya tidur,” ungkap salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Korban diperkirakan dibunuh saat sendirian di dalam rumah. Kedua kakak korban, yaitu Agus dan Sri Indayati (33) yang tinggal satu rumah bekerja di pabrik garmen dan pulang sore.

Sementara Sintya biasanya bekerja di toko online. Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia. Tak hanya mengetahui adiknya meninggal, keluarga juga tidak mendapati kendaraan Honda Vario 125 dan ponsel milik korban.

Barang milik korban ini diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Djohan Andika meyampaikan, saat ini Polres Jepara masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan pembunuhan terhadap Sintya. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar rumah korban.

Kamis (14/5) pagi, Tim Dokes Polda Jawa Tengah melakukan otopsi mayat korban di RSUD RA Kartini Jepara. Namun, hasilnya belum keluar.

“Kami masih menunggu hasilnya keluar, baru nanti bisa kami sampaikan,” ungkapnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan