Polisi Bubarkan Massa “Takbir Keliling” di Pati

0
polisi bubarkan massa
Puluhan anak saat diamankan ke Polsek Dukuhseti, Kabupaten Pati. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Tak ada hujan tak ada angin, ratusan anak di bawah umur di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, tiba-tiba menggelar kegiatan serupa takbir keliling Senin (22/6) malam. Polisi bubarkan kerumunan massa itu.

Kegiatan itu pun turut diikuti arak-arakan serta membawa perangkat sound sistem.

Tak ayal kegiatan tersebut langsung menarik kerumunan warga. Selain diikuti ratusan anak dari 12 kelompok, banyak warga yang ikut tertarik melihat kegiatan yang dilakukan berkeliling desa tersebut.

Ironisnya rupanya kegiatan tersebut tanpa koordinasi dari pemerintah desa dan kepolisian.

Hal tersebut tentu disayangkan lantaran mengundang kerumunan warga tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Alhasil, Polisi yang tiba pun langsung bubarkan massa yang berkerumun itu.

Kaget dengan datangnya polisi, sejumlah warga yang ingin menyaksikan keramaian tersebut, langsung bergegas putar arah dan pergi.

Selain mengamankan alat peraga dan perangkat audio, polisi juga mengamankan sejumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. setelah mendapatkan pembinaan di mapolsek dukuhseti, sejumlah anak yang diamankan akhirnya dibebaskan dengan syarat dijemput orang tuanya.

Kepala Desa Ngagel, Suwardi sangat menyayangkan adanya kegiatan yang menghadirkan kerumunan massa yang cukup banyak. Terlebih, acara tersebut tidak mengantongi ijin, dan digelar ditengah massa pandemi korona menuju tatanan baru.

“Kami selaku Pemerintah Desa sangat prihatin dengan kegiatan tersebut. Yang mana disaat pandemi covid-19 ini kita harus mentaati protokol kesehatan tidak boleh berkerumun, jaga jarak, dan ternyata sangat luar biasa banyak kerumunan massa yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ucap Suwardi.

Walaupun saat ini sudah memasuki suasana new normal, dia tetap meminta masyarakat utnuk menjaga protokol kesehatan terutama dengan tidak berkerumun.

“Kami tentu berharap, warga tidak lagi menggelar kegiatan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa dan kepolisian,” tegasnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan