pkl alun alun suara muria
Seorang PKL Alun-alun Kota Kudus menunggu pembeli. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Kawasan alun-alun Kota Kudus direncanakan steril dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus telah mengumpulkan pengurus dan anggota paguyuban PKL Alun-alun Kota Kudus, Rabu (8/1/2020).

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan, pihaknya menyampaikan rencana sterilisasi kawasan Alun-alun Kota Kudus dari PKL.

“Rencananya PKL yang ada saat ini akan dipindahkan ke jalan Sunan Kudus,” katanya.

BACA JUGA : Relokasi PKL Dinilai Bukan Solusi Tepat

Data Dinas Perdagangan menyebutkan, total PKL Alun-alun Kota Kudus sebanyak 58 pedagang. Rencananya, mereka akan direlokasi ke Jalan Sunan Kudus.

“Sebelah utara digunakan untuk PKL, sementara sebelah selatan jalan untuk parkir pembeli,” kata Sudiharti.

Tak hanya merelokasi, Dinas Perdagangan juga mengupayakan fasilitas tenda untuk semua PKL. Dengan penyeragaman tenda PKL, diharapkan jalan Sunan Kudus menjadi pusat kuliner yang tertata rapi dan nyaman untuk pembeli.

“Rencananya akan diberi tenda seragam semua. Kami sedang mencarikan sponsornya,” katanya.

Relokasi PKL Alun-alun ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di pusat kota Kudus itu. Keramaian di Alun-alun mulai terlihat selepas Maghrib. Parkir kendaraan pembeli juga menambah kemacetan jalur lalu-lintas.

Kemacetan semakin parah setiap Sabtu malam. Sudiharti mengatakan, kepastian waktu pemindahan masih menunggu kesiapan seluruh pihak terkait. “Sengaja kami undang para PKL untuk sosialisasi jauh-jauh hari, agar mereka tidak kaget dan bisa bersiap-siap,” katanya.

Sementara itu, sejumlah PKL mengaku masih menunggu sikap dari seluruh anggota paguyuban. Suharto, salah seorang PKL mengaku tak keberatan asalkan memang semua pindah ke lokasi baru.

Pemkab juga diminta serius melakukan penataan agar lokasi baru tetap ramai pembeli.

“Kalau memang semuanya setuju ya siap saja pindah. Asalkan Pemkab juga serius menata lokasi baru dan menjaga kawasan Alun-alun agar tetap steril tidak ada pedagang baru setelah pemindahan,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan