- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaTerbaruPKB Wakili Kepentingan Politik NU

PKB Wakili Kepentingan Politik NU

- Advertisement -spot_img

Dalam Pilbup 2020

REMBANG, suaramuria.com – Nahdlatul Ulama tidak perlu terlibat politik praktis dukung mendukung dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) tahun 2020 mendatang. Karena kepentingan politik NU sudah diwakili oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) dalam forum diskusi NU dan Politik di Pilbup tahun 2020 di Rumah Joglo Leteh selatan Stadion Krida Rembang Minggu (4/1) malam mengatakan NU adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang mengurusi jamiyah. Namun dia mengakui pengurus NU yang terjebak dalam romantisme Pemilu 1955. Dalam Pemilu 1955, Partai NU muncul sebagai tiga besar peraih suara terbanyak.

Romantisme Pemilu 1955 itu masih terbawa hingga saat ini. Setiap kali ada hajatan-hajatan politik seperti Pemilu, Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur dan Pilbup, NU sering diseret-seret dalam kepentingan dukung mendukung. ”Namun yang perlu diingat sekarang, NU bukan lagi partai politik. Namun NU adalah organisasi yang mengurusi sosial masyarakat, mengurusi jamiyah. Karenanya, NU tidak perlu terlibat dalam politik praktis,” jelas dia.

Merugikan

Dia menerangkan keterlibatan NU dalam politik praktis justru akan merugikan. ”Apabila NU bermain dalam politik praktis, belum tentu semua jamiyah akan satu suara dengan pilihan NU. Jamiyah yang tidak sependapat dengan pilihan NU dalam politik praktis, bisa dipastikan akan menjauh dari NU. Selalu ada korban dalam politik, tapi jangan NU dan jamiyahnya yang jadi korban,” kata dia.

Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan para kyai pada tahun 1998 sudah memahami kondisi NU agar tidak terseret dalam politik praktis. ”Para kyai kita membentuk PKB untuk mengurusi kepentingan politik NU. PKB adalah saluran agar NU tidak terjebak politik praktis,” tegas dia.

Dia menjelaskan hingga saat ini PKB tetap konsisten dalam menjembatani aspirasi politik warga NU. ”PKB dan NU akan selalu berbagi peran. PKB melakukan politik, NU merawat jamiyah,” terang dia.

Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Rembang, KH Ahmad Sunarto menegaskan komitmen NU tidak terlibat dalam politik praktis pada berbagai kesempatan pertemuan dengan pengurus di berbagai tingkatan dan jamiyah. Dalam Pilbup tahun 2020 mendatang, NU juga tidak mendukung pasangan calon tertentu. ()

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: