fosil gading
Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran Dodi Wiranto dan Plt Kabid Kebudayaan Disbudpar Lilik Ngesti Widiasuryani mengecek fosil gading gajah purba temuan petani yang disimpan di museum purbakala Patiayam Kudus. (suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Fosil gading gajah purba kembali ditemukan di areal situs purbakala Patiayam. Fosil sepanjang 2,5 meter itu ditemukan Sutopo, saat tengah mengerjakan ladangnya di Dukuh Kaliuloh Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus awal bulan ini.

Tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sragen, kemarin (Kamis, 12/3) melakukan identifikasi fosil temuan yang disimpan di Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kudus.

BACA JUGA : Museum Islam Nusantara Akan Berdiri di Lasem

Selain foosil gading Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), warga juga menemukan fragmen (pecahan) fosil lainnya berupa gigi, tulang kaki dan rusuk binatang sejenis sapi dan kerbau purba.

Tim peninjau penemuan fosil dipimpin Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran, Dodi Wiranto beranggota empat orang. Hasil peninjauan dan pendataan lapangan akan digunakan untuk kegiatan lebih lanjut.

Temuan sejumlah fosil di situs Patiayam masih perlu identifikasi lebih mendalam, sebelum dilanjutkan proses rekonstruksi, serta pelestarian dan pemeliharaan (konservasi).

BACA JUGA : Ruang Trilogi Ukhuwah Koleksi Baru Museum Jenang Kudus

Dodi memperkirakan gading Stegodon Trigonochepalus yang baru saja ditemukan berusia 900.000 tahun sebelum Masehi. Total ada sebanyak 22 penemu fosil di situs Patiayam selama empat bulan terakhir.

“Mereka berhak menerima apresiasi, penghargaan dan tali asih,” ujar Dodi.

Temuan Terbaik

Kasi Sejarah Permuseuman dan Purbakala (Rahmuskala) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Kabupaten Kudus, Lilik Ngesti Widiasuryani mengatakan, fosil gading gajah purba sepanjang 2,5 meter ini merupakan temuan terbaik mengawali tahun keberuntungan 2020.

Lilik yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus. memperkirakan masih banyak fosil purba di situs Patiayam ini yang belum ditemukan.

“Warga di aeral situs purbakala yang sudah teredukasi dengan baik tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan fosil. Tentunya ini menjadi masa depan yang cerah untuk museum purbakala Patiayam,” katanya.

Hingga sekarang, situs purbakala Patiayam  menjadi yang terbesar kedua setelah situs Sangiran di Kabupaten Sragen. Sejumlah temuan fosil purba tersimpan di Museum Purbakala Patiayam. Di museum itu saat ini juga terdapat sekitar sembilan ribu fragmen fosil purba yang sudah teridentifikasi, dari puluhan ribu temuan fragmen fosil binatang purba.

Puluhan ribu fragmen fosil purba berasal dari 17 spesies binatang darat, rawa dan air yang ditemukan di situs Patiayam.

Sejumlah fosil binatang purba tersebut ditemukan di perbukitan situs Patiayam kawasan Pegunungan Muria, tepatnya di Dukuh Ngrangit, Desa Terban Kecamatan Jekulo Kudus. Situs Patiayam merupakan bagian dari Pegunungan Muria dengan luas mencapai 2.902,2 hektare, meliputi wilayah Kudus dan sebagian wilayah Pati.

Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Djamin menambahkan, temuan fosil gading gajah purba serta sejumlah fragmen gigi, tulang kaki dan rusuk binatang sejenis sapi dan kerbau purba di ladang Desa Gondoharum merupakan temuan pertama tahun 2020.

“Tahun 2019 ada sekitar 40 kali temuan fosil purba,” ungkapnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan