Petani Kebingungan gunakan kartu tani
Seorang petani menunjukkan kartu tani miliknya.

PATI, suaramuria.com – Sejumlah petani mengaku kebingungan menggunakan kartu tani. Hal itu dirasakan lantaran minimnya sosialisasi. Padahal pada awal September pembelian pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani.

Kebingungan itu dirasakan lantaran belum semua petani memiliki sementara sosialisasi cara penggunaannya juga minim.

Penerapan penggunaan kartu tani itu sendiri disebutkan sesuai dengan keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan nomor 491 pada pertengahan Agustus lalu. Namun lantaran minimnya sosialisasi membuat para petani resah.

Seorang petani asal Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kamelan mengamini jika belum semua petani mendapatkan kartu tersebut. Kalau pun sudah dapat, para petani masih kebingungan terkait cara penggunannya.

“Karena kurangnya sosialisasi hingga ke petani langsung. Bahkan dari dinas terkait juga tidak ada eduukasi kepada para petani. Tidak semua petani itu bisa menggunakan kartu tersebut, apalagi ini berkaitan dengan perbankan,”ujarnya.

BACA JUGA : Petani Butuh Kelonggaran Pembelian Pupuk

Bahkan menurutnya, tak sedikit pengecer pupuk yang juga belum siap terkait kebijakan baru tersebut. Sebagian dari pengecer tampak belum paham terkait cara penggesekan kartu tani ke mesin EDC. Sehingga, petani terkadang diperkenankan untuk ke bank.

“Ini belum siap. Resiko yang paling parah adalah apabila nantinya memasuki proses pemupukan tanaman. Kalau petani tidak bisa mengambil pupuk subsidi menggunakan kartutani, tentunya tidak bisa memupuk tanamannya,”imbuhnya.

Dirinya berharap, baik dinas terkait maupun PPL bisa lebih intens mensosialisasikan kartu tani secara menyeluruh. Tidak hanya di tingkat petani, tetapi pengecer juga harus diedukasi. Hal itu agar tak ada lagi petani yang kebingungan gunakan kartu tani.

“Ini agar kita sebagai petani tidak bingung penggunaan kartu tani. Karena kalau beli pupuk nonsubsidi, harganya juga diatas HET,”harapnya.(srm)

Tinggalkan Balasan