kelonggaran pembelian pupuk
Kondisi salah satu gudang pupuk bersubsidi di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Selasa (2/9) siang. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemerintah diminta memberikan kelonggaran pembelian pupuk bersubsidi untuk menyelamatkan musim tanam (MT) I 2020-2021. Jika hal tersebut tidak dilakukan dikhawatirkan berdampak pada kelancaran proses tanaman dan bahkan potensi gesekan di lapangan.

”Bagi petani, persoalan pupuk sangat penting,” kata pemerhati persoalan pertanian, Nur Ahmad, Rabu (2/9) siang.

BACA JUGA : Kartu Tani Minim, Pasokan Pupuk MT I Tersendat

Minimnya kepemilikan kartu tani sebagai syarat pembelian pupuk bersubsidi perlu mendapat perhatian serius. Petani mempunyai pemahaman dan kemampuan beragam untuk mengurus kartu tani.

”Bagaimana pihak terkait turun ke lapangan dan membantu pengurusan kartu tani. Petani butuh kelonggaran pembelian pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Bila persoalan tersebut diabaikan, dampak sangat besar akan dirasakan pada MT I. Tidak menutup kemungkinan terjadi pengurangan produksi pertanian hingga gagal panen.

Kadinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto, menyebut kartu tani sudah dipersiapkan pemerintah pusat sejak 2015. Terkait ketentuan pembelian pupuk bersubsidi, pihaknya mengoptimalkan balai penyuluh pertanian (BPP) pada masing-masing kecamatan. Petani diminta aktif mengurus kartu tani.

”Masih ada waktu untuk pengurusan kartu tani sebelum dimulai masa pemupukan,” imbuhnya.

Dia menegaskan, saat ini tidak terjadi kelangkaan pupuk. Menurutnya, saat sekarang belum memasuki masa pemupukan.

”Tidak ada kelangkaan pupuk,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul kekhawatiran pemenuhan pupuk bersubsidi untuk MT I 2020-2021. Kekhawatiran dipicu ketentuan pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani mulai 1 September. Diperkirakan, saat ini baru sekitar 30 persen petani di Kota Keretek yang sudah mempunyai kartu tani.

Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, Selasa (1/9) menyebut MT I 2020-2021 diperkirakan dimulai Oktober-November. Pengurusan kartu tani mengacu pengalaman sebelumnya butuh waktu tiga bulan hingga empat bulan.

”Sesuai ketentuan, pembelian pupuk bersubsidi akan dilayani bila petani menunjukkan kartu tani,” ujarnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan