satgas jogo santri
Perwakilan dari puluhan pengasuh pondok pesantren Kajen dan sekitarnya saat berdialog dengan Asisten I Setda Pati dan Kepala DKK di Masjid Kajen Selasa (4/8) malam. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Pondok Pesantren di Kajen, Kabupaten Pati membentuk Satgas Jogo Santri. Satgas itu untuk mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pesantren yang ada di Kajen.

Kasatgas Covid 19 Forum Komuniasi Pengasuh Pesantren Kajen (FKPPK) M Itqonul Hakim mengatakan, ada sebanyak 64 pesantren di wilayah Kajen dan sekitarnya. Ia membenarkan ada santri yang sempat dinyatakan positif Covid-19 dari salah satu pesantren di Kajen.

Disebutkan Satgas Jogo Santri tersebut bertugas memperketat penjagaan ponpes. Salah satunya untuk memastikan para santri tetap beraktivitas berada di dalam pondok dan tidak keluar dari Pondok.

“Upaya ini berjalan dengan baik, sebab ada kesadaran bersama di kalangan pengasuh, pengurus ponpes, santri dan juga masyarakat. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif terhadap penyebaran Covid 19 agar tidak meluas di ponpes yang lain maupun di masyarakat umum,” katanya.

BACA JUGA : Pesantren Perlu Perhatian Khusus pada New Normal

Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren Kajen (FKPPK) dan sekitarnya yang diwakili 52 pengasuh pondok pesantren memang telah bertemu Bupati Pati Haryanto, yang diwakili oleh Asisten I dan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) di Masjid Kajen Selasa (4/8) malam.

Kegiatan membahas tentang beredarnya berita beragam yang bisa meresahkan masyarakat terkait dengan penyebaran Covid 19 di Kajen. Bahkan FKPPK telah menjelaskan berbagai upaya dalam mengantisipasi penyebaran Covid19 di areal ponpes Kajen dan sekitarnya.

Diantara penekanannya disebutkan jika beberapa santri yang positif Covid 19 berasal dari satu ponpes yang sama dan sudah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sedangkan Ponpes lainnya di Kajen dan sekitarnya dalam keadaan kondusif dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan yang tegas.

Koordinator FKPPK KH M Mujiburrohman menyebut munculnya Maklumat I, II, dan III FKKPPK murni dilakukan sebagai upaya pencegahan dan memberi informasi yang jelas kepada masyarakat.

“FKPPK selama ini juga terus melakukan komunikasi dengan Bupati selaku ketua Satgas Covid 19 Pemkab, DKK, Puskesmas terkait penanggulangan dan segala upaya pencegahannya,” terangnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan