perusahaan diminta salurkan csr

JEPARA,suaramuria.com –  Perusahaan diminta salurkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk warga. Bantuan lebih diutamakan kepada warga di Ring 1, yang tinggal dilingkungan seputar perusahaan.

Seruan itu dikemukakan, mengingat perekonomian saat ini terganggu seiring merebaknya virus korona covid-19.  

“Kemarin saya menerima perwakilan kepala-kepala desa. Ada harapan agar perusahaan diminta salurkan CSR untuk warga,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghazali, pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19  di ruang kerjanya, Senin,(6/4/2020).

BACA JUGA WKRI DPC Jepara Bagikan 114 Paket Sembako 

Rapat dihadiri Kajari Jepara Saiful Bahri, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Kepala DKK Mudrikatun, Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja Eriza Rudi Yulianto, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Ashar Ekanto, Plt Sekretaris Diskominfo Arif Darmawan.

Imam juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara segera menerbitkan himbauan agar perusahaan menyalurkan CSR. Selain itu, Pemkab juga diminta segera bertindak menangani penggulangan penyebaran virus korona covid-19. Diantaranya dengan melakukan pergeseran anggaran pengadaan barang dan jasa untuk mengatasi masalah virus ini.

“Sampai saat ini saya belum menerima usulan penggeseran anggaran. Intruksi dari presiden juga sudah jelas. Kalau perlu semua anggaran aspirasi anggota DPRD dialihkan untuk mengatasi masalah ini,” kata Imam.

Imam juga meminta Pemkab segera membentuk gugus tugas percepatan penanganan virus korona covid-19. Pemkab Jepara juga diingatkan untuk menyiapkan lahan pemakaman korban covid-19. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat berkait keberadaan korban covid-19.

“Jadi kami ingin tau sebenarnya apa yang sudah dan akan dikerjakan oleh Pemkab Jepara ini dalam usaha menanggulangi wabah covid 19 ini. Hari ini kami ingin mendengar apa persoalan-persoalan yang sebenarnya terjadi. Kami butuh masukan dan nanti akan kami sampaikan ke eksekutif Pemkab Jepara,” tukas Imam.

BACA JUGA Rumah Dinas Bupati Jepara Jadi Lokasi Karantina Pemudik

Kajari Jepara Saiful Bahri  mengatakan Pemkab dapat melakukan penggeseran anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk penanganan virus korona covid-19. Utamanya anggaran pengadaan barang dan jasa. “Tidak masalah yang penting sesuai dengan regulasi dan untuk penganan masalah covid-19,” tandas Saiful.

Menyiapkan Lahan Khusus

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto  menanyakan apakah Pemkab sudah menyiapkan lahan khusus untuk makam jenazah pasien covid-19.

“Kita semua berharap, tidak ada korban di daerah kita ini. Namun, sebaiknya disiapkan. Jika ada kejadian, tidak kaget. Jangan sampai, ada korban , saat pemakanan ada penolakan warga, seperti yang terjadi di daerah lain,’’ ujar Kapolres.

Kepala DKK Mudrikatun menginformasikan warga Jepara yang mudik dari Jakarta, mencapai 7.604 orang. Sejumlah empat disiapkan untuk menjadi tempat isolasi. Diantaranya, di Teluk Awur.  Dia juga sudah menyampaikan usulan lokasi makam, untuk pasien meninggal covid-19.  

Sedang, Kepala Disnas Perkim mengatakan, ada 21 titik makam. Namun, jika  yang sudah ada, muncul penolakan warga, dapat menggunakan lahan Pemda di Kecamatan Mayong.

Sementara, Kepala Dinas Kop UMKM Naker Eriza Rudi Yulianto, sekarang ini sudah ada sepuluh perusahaan yang merumahkan karyawan, dengan tetap memberikan gaji. Perumahan, terkait pengurangan produksi.

Ketua DPRD Imam Zusdi Ghozali minta diadakan monitoring langsung ke perusahaan perusahaan. Inspeksi oleh tim gabungan eksekutif dan legislatif itu,direncanakan pekan depan. ‘’Kami ingin tahu langsung, bagaimana kondisi perusahaan yang merumahkan karyawan, dan yang masih beroperasi sebagaimana biasanya,’’ ungkap Imam.(SRM)

Tinggalkan Balasan