- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Sabtu, 31 Juli 2021
BerandaRembangWarga Krikilan Masih Galau Dengan Eksplorasi Gas

Warga Krikilan Masih Galau Dengan Eksplorasi Gas

- Advertisement -spot_img

REMBANG, suaramuria.com – Warga Desa Krikilan Kecamatan Sumber masih galau dengan rencana eksplorasi sumur gas yang ditemukan PT Pertamina Hulu Energi di desa mereka. Pasalnya, warga berkeinginan pembangunan kilang tersebut berada di Desa Krikilan. Namun, dengan kedatangan pipa dan proses pembelian tanah yang tengah berlangsung, kilang yang diharapkan dibangun di Desa Krikilan justru dibangun di Desa Jatihadi.

Salah satu warga Desa Krikilan, Gunanto mengatakan warga sebelumnya sudah memberikan tawaran sejumlah tanah untuk pembangunan depo. PT Rembang Migas Energi (RME) yang merupakan badan usaha milik daerah juga sudah hadir di lokasi untuk melihat tanah yang ditawarkan warga. ”Namun sampai hari ini, depo tetap berada di Desa Jatihadi. Warga Krikilan masih galau karena merasa tidak diuwongke. Karenanya ketika ada pertemuan, warga tidak pernah datang,” kata dia saat audiensi dengan DPRD terkait permaslaahan eksplorasi sumur gas Krikilan Jumat siang.

Dia menambahkan kegalauan warga semakin memuncak ketika muncul pipa-pipa gas yang akan dipasang di Desa Jatihadi. Ketika ditelusuri perusahaan yang mendatangkan pipa, dia mengatakan dalam surat tidak mencantumkan nomor telpon perusahaan. Ketika ditelusuri alamat surat, ternyata berada di sebuah rumah warga yang tidak memiliki papan nama perusahaan. ”Warga juga tidak pernah dimintai ijin ketika pipa-pipa itu datang. Orang Krikilan ibarat kata adalah tuan rumah. Jangan hanya sebagai penonton saja. Kami harap suara masyarakat Krikilan ini bisa diperhatikan,” jelas dia.

Direktur PT RME, Zaenul Arifin mengaku sudah pernah melihat lahan di Desa Krikilan. Pertama lahan yang berada di timur Pasar Krikilan. ”Juga kami telusuri lahan hingga sekitar sumur gas. Kami belum melihat apakah ini cocok atau tidak untuk depo. Namun kami melihat agak beresiko. Kemudian kami teruskan pencarian lahan. Kebetulan di Desa Jatihadi,” kata dia.

Prinsip Keamanan
Dia menerangkan dalam pembangunan depo, pihaknya berpegangan pada prinsip keamanan. ”Yang kami utamakan safety. Tidak mungkin mengorbankan keselamatan orang banyak dengan mengakomodir satu dua oknum. Karena gas ini adalah komoditas beresiko tinggi,” jelas dia.

Terkait pipa gas, dia menegaskan pipa-pipa yang sudah datang di sekitar Krikilan dan Jatihadi baru sebatas dititipkan. ”Karena proses perijinan pemasangan pipa saat ini baru berjalan. Kami sudah merencanakan dan membuat time schedule untuk sosialiasi. Kami sudah komunikasikan dengan teman-teman disana,” kata Zaenul.

Direktur RME ini mengaku apabila nanti depo berada di Jatihadi, masyarakat Krikilan sebagai Ring I tetap diupayakan mendapatkan haknya. ” Selama hak masyarakat ring 1 tidak berkurang, yang menjadi alasan apa. Masyarakat di Ring 1 sekitar sumur minyak itu kewajiban PT PHE. PT PHE menjual gas ke PT BAG. Nanti masyarakat Krikilan bisa mengusulkan CSR juga ke PT BAG,” tandas dia.

Mengenai kantor yang berada di rumah warga, dia mengatakan belum mengetahui. Namun secara prinsip, pihaknya telah meminta agar PT BAG yang mengoperasikan sumur gas di Krikilan untuk membuat kantor di Rembang. ()

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: