persiku krisis keuangan
Manajer Persiku Sunarto (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Jelang kompetisi, Tim Persiku mulai krisis keuangan. Sejumlah upaya dilakukan manajemen untuk mendapatkan pendanaan untuk operasional dan persiapan mengikuti kompetisi belum membuahkan hasil. Bila pekan ini tidak ada solusi, muncul opsi mengembalikan tim ke publik.

Manajer Persiku Sunarto mengatakan, dana awal pembentukan tim yang sudah cair Rp 400 juta, dan saat sekarang tinggal 50 juta. Dana untuk Tim Kota Keretek mengikuti Kompetisi Liga 3 Jateng Rp 1,7 miliar. Pihaknya telah menyiapkan laporan penggunaan dana.

”Untuk menghindari Persiku krisis keuangan ini, kami sudah mengajukan pencairan dana tambahan sejak 25 Agustus lalu namum hingga saat sekarang belum terealisasi,” ujarnya, Kamis (10/9).

BACA JUGA : Proyek Tribun Timur Stadion Wergu Tanpa Atap

Biaya operasional tim setiap bulan Rp 250 juta-Rp 300 juta. Alokasi tersebut termasuk katering untuk pemain dan anggota tim lainnya. Rencananya, Kick off mulai 1 November.

Saat sekarang tim berjumlah 23 pemain. Pihaknya berencana mendatangkan striker dan second striker dari Makasar. Persiku menjadwalkan rencana uji coba dengan tim lain mulai pekan mendatang.

”Kami memilih tim yang secara kualitas di bawah Persiku terlebih dahulu,” paparnya.

Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Kudus, Syafiq Arrosyid, menegaskan tidak ada upaya mempersulit pencairan dana Persiku. Pencairan dana setelah ada laporan penggunaan dana sebelumnya dan rencana kebutuhan tim ke depan.

Pertemuan

Sunarto mengatakan, perlu pembicaraan intensif antara manajemen Persiku dan KONI. Rencana itu urung terlaksana karena Ketua Askab PSSI Kabupaten Kudus Sutrisno tengah sakit.

”Kami meyakini setelah ada pertemuan ada solusinya,” ujarnya.

BACA JUGA : Persiku Incar Pemain Senior untuk Lengkapi Skuat

Pihaknya sudah menemui Tim Asprov PSSI Jateng. Banyak hal perlu ditunggu mulai dari kick off hingga format kompetisi. Segala sesuatunya masih harus menunggu regulasi Asprov. Satu hal yang pasti, kompetisi bakal tanpa penonton.

”Jadi, masih butuh waktu untuk memastikan semua itu,” tandasnya.

Ketua KONI Antoni Alfin, menyebut persoalan diselesaikan Askab dan manajemen Persiku. Pihaknya berharap ada solusi melalui pertemuan tersebut.

”Semua harus terselesaikan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan