perluasan tpa tanjungrejo
Petugas menggunakan alat berat memadatkan gunungan sampah yang ada di TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com –  Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus membutuhkan anggaran Rp 40 miliar untuk perluasan TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas PKPLH Agung Karyanto mengakui jika TPA seluas 5,6 hektare itu kini sudah overload. Pihaknya sudah mengecek keluhan pencemaran limbah TPA Tanjungrejo. Rembesan air dari gunungan sampah disebabkan adanya retakan di pagar TPA.

Agung mengatakan, pihaknya sudah meminta pengelola TPA untuk segera menambal retakan-retakan tersebut. “Sudah mulai ada penambalan. Harapannya nanti ketika sudah masuk musim penghujan tidak ada lagi air yang merembes ke luar areal TPA,” katanya.

BACA JUGA : Limbah TPA Tanjungrejo Cemari Lahan Warga

Agung mengatakan, PKPLH tengah membuat telaah untuk meminta perluasan lahan. Dalam telaah itu TPA butuh perluasan lahan hingga 4 hektare.Total anggaran perluasan TPA Tanjungrejo yang dibutuhkan mencapai Rp 40 miliar.

“Selain penambahan lahan juga perlu ada pekerjaan sipil seperti pembangunan jalan dan pemagaran. Hanya secara teknis, PKPLH belum menentukan perluasannya ke arah mana karena butuh survei terlebih dahulu,” katanya.

Jika harus dilebarkan ke arah barat, lanjut Agung, pihaknya harus memperhatikan keberadaan sungai. Lahan sempadan sungai harus diperhitungkan sesuai aturan yang ada. “Kami belum putuskan apakah nanti ke arah barat, timur, atau utara untuk perluasan lahan TPA Tanjungrejo menunggu hasil telaah dan survei di lokasi,” katanya.

Program Ekologi Sadimas

Jika lahan tidak memungkinkan, lanjut Agung, maka perlu dihadirkan teknologi untuk mengolah sampah menjadi energi terbarukan (gas). Gunungan sampah di TPA sangat potensial menghasilkan gas metan.

Gas ini bisa saja dialirkan untuk dimanfaatkan untuk keperluan produktif. “Gas metan selalu ada di tumpukan sampah di setiap TPA. Karena itu kami larang orang merokok di kawasan TPA karena sangat berbahaya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang memiliki lahan di sebelah barat TPA mengeluhkan pencemaran air dari limbah sampah. Limbah itu membuat tanaman jati, ketela, dan tebu rusak.

Luas TPA Tanjungrejo yang mencapai 5,6 hektare kini sudah overload. TPA itu menerima kiriman sekitar 120-130 ton sampah setiap hari. Sampah kiriman hanya dipadatkan dan diratakan dengan dua alat berat jenis ekskavator dan bulldozer.

TPA itu diperkirakan hanya mampu untuk menampung sampah untuk sebulan ke depan. Untuk mengurangi timbunan sampah, lanjut Agung, pihaknya kini mengkampanyekan pemilahan sampah dari hulu.

“Kami tengah menggagas program pengelolaan ekologi sadimas, atau sampah menjadi emas,” katanya.

Teknisnya, lanjut dia, warga menyetor sampah ke bank sampah. Oleh pengelola bank sampah, sampah-sampah kiriman warga, kemudian dinilai untuk dikumpulkan dalam tabungan dengan saldo gram emas. “Dalam waktu dekat akan kami luncurkan program ekologi sadimas ini,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan