peringatan haornas 2020
Tim Disporapar Jateng didampingi Dinporapar Pati mengecek GOR Pesantenan yang akan dijadikan pusat peringatan Haornas 2020 Jateng. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Jawa Tengah (Jateng) tahun ini berlangsung sederhana. Tidak seperti tahun sebelumnya, peringatan Haornas 2020 Jateng yang dipusatkan di Pati memberlakukan pembatasan, baik acara, peserta, maupun durasi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Pati Slamet Singgih Purnomojati melalui Kepala Bidang (Kabid) Keolahragaan Kardi mengemukakan, peringatan Haornas 2020 Jateng yang berlangsung di GOR Pesantenan Pati disederhanakan.

Meskipun diberlakukan pembatasan, pelaksanaannya dipersiapkan serius. Mengingat, peringatan Haornas diikuti 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

BACA JUGA: Semai Atlet Masa Depan, Jepara Bentuk Klaster Semikat

“Peserta yang hadir di GOR Pesantenan dibatasi paling banyak 50 orang. Untuk kabupaten/kota di luar Pati mengikuti peringatan Haornas 2020 Jateng secara virtual,” ujar Kardi seusai mendampingi tim Disporapar Jateng, Selasa (25/8).

Opening Virtual

Untuk mendukung Opening Virtual Ceremony Haornas 2020 Jateng yang berlangsung pada 9 September, lanjut dia, panitia melibatkan TVRI. Tidak hanya pihak terkait dari berbagai daerah yang terlibat dalam peringatan, masyarakat umum juga dapat menyaksikan.

“Kabupaten/kota di luar Pati dapat mengikuti upacara peringatan di daerah masing-masing. Termasuk mendapat kesempatan berkomunikasi dengan Pak gubernur,” katanya.

Hanya, menurutnya, sampai kemarin pihaknya belum menerima informasi kepastian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dapat hadir langsung di Pati. Bisa jadi, gubernur mengikuti Upacara Peringatan Haornas 2020 Jateng dari Semarang.

“Semua masih dalam proses konfirmasi oleh Disporapar Jateng. Kami selaku tuan rumah mempersiapkan acara di tingkat lokal,” lanjutnya.

Mengingat dalam keterbatasan, Kardi menjelaskan, pelaksanaan Haornas bertema “Sport Industrial and Tourism” tidak disertai sejumlah event besar, seperti lari atau jalan santai yang melibatkan banyak peserta. Sejauh ini konsep pelaksanaannya masih sebatas upacara yang dirangkai dengan pameran (exibithion booth)terbatas yang berkait dengan tema Haornas.

“Semua acara disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mulai sterilisasi dengan cairan disinfektan di lokasi pelaksanaan, screening dengan thermal scanner dan thermo gun, hingga penggunaan hand sanitizer, face shield, dan sarung tangan karet di exibithion booth,” paparnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan