JEPARA, suaramuria.com – Beragam cara bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi limbah-limbah rumah tangga, salah satunya adalah pemanfaatan kain bekas menjadi pot tanaman. Pelatihan pembuatan pot kain bekas menjadi untuk tanaman ini dilakukan oleh anggota Dasawisma di RT 01 RW 03 Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Pengolahan kain bekas ini merupakan gagasan dari mahasiswi Universitas PGRI Semarang, Rera Rizki Andika sebagai wujud pengabdian masyarakat dalam kegiatan KKN-Tematik Covid-19–Literasi dan Numerasi di desa sendiri.

”Pengolahan kain bekas menjadi pot tanaman adalah salah satu cara untuk mengurangi limbah-limbah rumah tangga, dan menciptakan produk yang memimiliki nilai jual,” ungkap Rera di sela-sela pelatihan.

Dalam pelatihan ini, jumlah partisipan pada dibatasi sebagai bentuk taat peraturan dalam menerapkan social distancing yang merupakan bagian dari protokol kesehatan. Walaupun partisipan kegiatan ini tidak cukup banyak, namun antusias warga sangat terlihat dengan adanya gagasan pemanfaatan kain bekas.

Pelatihan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat melalui KKN-Tematik Covid-19 – Literasi dan Numerasi. Menurut Rera, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk penanggulangan limbah kain bekas dengan memanfaatkan semen dan air untuk merubahnya menjadi barang yang memiliki nilai fungsi dan nilai jual yaitu pot tanaman.

Melalui pelatihan ini diharapkan warga dapat menerapkan dengan memanfaatkan limbah kain bekas yang dimiliknya menjadi pot untuk mempercantik tanaman. Dari pelatihan ini juga, warga telah memiliki bekal pengalaman dan wawasan untuk melakukan usaha di bidang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai fungsi dan nilai jual.

Anggota Dasawisma, Rahma mengatakan, kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru dalam pengolahan limbah. Pelatihan yang telah diajarkan kepada ibu-ibu dasawisma ini juga telah membuka wawasan warga untuk dapat memulai usaha baru, khususnya di masa pandemi ini.

”Awalnya kami tidak kepikiran bisa membuat pot dari kain bekas. Tapi ternyata bisa dilakukan dengan hasil yang cantik, dan memiliki nilai jual,” ungkapnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan