penjualan kasur
Salah seorang perajin bantal dan kasur kapuk menyelesaikan pesanan. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Di tengah pandemi, industri rumahan pembuatan kasur justru mendapatkan angin segar. Penjualan kasur justru mengalami peningkatan hingga 200 persen bila dibandingkan dengan di waktu biasanya.

Hal itu pun turut dirasakan oleh Muryati, warga Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Dia mengaku sampai kewalahan untuk dapat memenuhi permintaan para konsumen. Peningkatannya diakui sangat tinggi di masa pandemi ini.

“Sangat banyak sekali permintaan kasur saat ini. Sampai sampai kami tidak mampu memenuhi semua permintaan itu,” terangnya.

BACA JUGA : Peci Karung Goni Buatan Marwoto Tembus Pasar Luar Negeri

Permintaan itu semakin naik lagi saat memasuki masa new normal. Saat ini rata-rata perharinya dia mengirim permintaan kasur hingga 50 buah. Itupun terpaksa dia batasi lantaran keterbatasan tenaga.

“Sebenarnya kalau permintaan bisa lebih dari 100 buah perhari. Tapi kami kewalahan,” ujarnya.

Permintaan itu pun baru sebatas di tingkat lokal seperti Blora, Rembang, Purwodadi, dan Jepara. Sebenarnya permintaan dari luar pulau juga cukup banyak hanya saat ini prosedur pengirimannya lebih sulit bila dibandingkan biasanya.

“Permintaan yang paling banyak kasur. Tapi bantal karakter juga banyak permintaan,” terangnya.

Dia memperkirakan peningkatan penjualan kasur dan permintaan ini lantaran munculnya gerakan di rumah saja selama pandemi. Sehingga banyak warga yang beraktivitas di rumah dan membuat permintaan kasur meningkat.

Kasur buatannya sendiri terbilang unik. Lantaran dia tidak menggunakan kapuk sebagai bahan baku pembuatan kasur melainkan menggunakan limbah garmen. Sehingga, harganya pun cukup terjangkau dikalangan masyarakat.

“Seiring dengan banyaknya permintaan ini, semoga ketersediaan bahan bakunya juga melimpah. Sehingga bisa memenuhi semua pembelian,” tambahnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan