- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusPenemu Fosil di Situs Patiayam Dapat Imbalan, Berapa Besarnya?

Penemu Fosil di Situs Patiayam Dapat Imbalan, Berapa Besarnya?

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comBalai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran memberikan penghargaan berupa imbalan atau uang tali asih dan piagam kepada para penemu fosil di kawasan situs purbakala Patiayam Kabupaten Kudus.

Pemberian penghargaan ditempakan di aula Balai Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu (4/12).

Kepala Desa Terban Supeno mengatakan, penghargaan berupa tali asih dan piagam itu menjadi bukti kepedulian pemerintah kepada masyarakat penemu fosil hewan purba. Dengan adanya penghargaan serupa, maka secara tidak langsung masyarakat tergerak untuk ikut melestarikan temuan-temuan di kawasan situs Patiayam.

BACA JUGA : Arkeolog Sangiran Kaji 11 Fosil Koleksi Museum Patiayam, Ini Temuannya

“Kami berharap penghargaan serupa juga diberikan oleh Pemkab Kudus, sehingga tidak harus selalu menunggu dari BPSMP Sangiran,” katanya.

Menurut Supeno, penghargaan tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mau menyelamatkan fosil temuan di kawasan situs Patiayam. Jika tidak ada, ia ragu masyarakat masih tergerak untuk menyelamatkan fosil dan menyerahkannya ke museum Patiayam.

“Kami khawatir jika tidak nantinya bentuk-bentuk penghargaan seperti ini terus menurun intensitasnya, maka warga tidak semangat lagi dalam proses penyelamatan fosil. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar ada tidaknya penghargaan ini tidak menjadi tujuan utama. Pelestarian situs yang utama,” katanya.

Dua Kali

Pamong Budaya BPSMP Sangiran, Iwan Setiawan mengatakan, pemberian tali asih dan piagam penghargaan untuk penemu fosil di situs Patiayam sudah dua kali terlaksana di tahun 2021.

Sedikitnya ada 17 warga Desa Terban dan satu kelompok monitoring yang pada hari ini mendapatkan tali asih atas penemuan fosil yang mereka temukan ke museum situs purbakala patiayam.

“Temuanya itu lumayan, di akhir tahun ini ada temuan sebanyak 1.651 fragmen fosil berbagai jenis hewan purba,” katanya.

Ia mengatakan, besaran uang tali asih yang bervariasi. Penentuan jumlah uang tali asih berdasarkan beberapa faktor, mulai keutuhan, kelangkaan hingga nilai penting dari setiap fosil.

“Dari penilaian yang kami lakukan menentukan nilai tali asih yang bervariasi, sesuai kualitasnya. Kali ini total tali asih yang kami berikan kurang dari Rp 10 juta,” katanya.

Dari seribuan fragmen fosil yang masyarakat temukan, sambung dia, terdiri dari atas berbagai jenis hewan purba. Temuan itu antara lain fosil gigi hiu, tempurung kura-kura, gading gajah, babi hutan hingga fragmen fosil kerbau purba.

“Kami berharap dengan adanya tali asih ini, masyarakat bisa termotivasi untuk lebih semangat dalam turut melestarikan peninggalan sejarah purbakala di Kawasan Patiayam,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here