Penerima program BPNT di Kabupaten Kudus menunjukkan kartu tanda penerima manfaat. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemkab Kudus memberi lampu hijau bagi Bulog untuk memasok beras untuk program bantuan pangan nontunai (BPNT) ke e-warung. Pemkab Kudus membuka pintu bagi Bulog untuk memasok beras ke tiga kecamatan.

Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Sosial dan Keluarga Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Kudus Arini Budi Utami mengatakan, tiga kecamatan yang akan menjadi uji coba penyaluran beras Bulog yakni Kecamatan Kaliwungu, Jati, dan Bae.

BACA JUGA : Publik Minta Pemkab “Open” RAPBD di Website

Total ada sekitar 9.700-an keluarga penerima manfaat BPNT di tiga kecamatan itu. Data Dinas Sosial menyatakan, total penerima program di Kecamatan Kaliwungu sebanyak 4.247 keluarga, di Kecamatan Jati sebanyak 3.630 keluarga, dan Bae sebanyak 1.989 keluarga.

“Beras untuk program BPNT di tiga kecamatan itu akan dipasok langsung oleh Bulog mulai Desember mendatang. Pemkab tentu akan memantau kualitas beras yang dikirim oleh Bulog tersebut,” kata Arini, Selasa (5/11/2019).

Sebelumnya beras untuk program BPNT ke semua e-warung di Kabupaten Kudus dipasok langsung oleh pedagang. Pengelola e-Warung bebas memilih pemasok beras dan telur untuk disalurkan ke warga penerima.

Bulog dipersilakan menjadi pemasok, setelah adanya komunikasi dengan Plt Bupati Kudus Hartopo, awal Oktober lalu. Saat itu, Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Sugeng Purwanto mengakui pihaknya siap bekerja sama untuk memasok beras program BPNT.

Ia menjamin kualitas beras dari Bulog baik dan segar. Saat ini masih adasekitar 18.000 ton beras di gudang Bulog yang belum terdistribusikan. “Sementara untuk ujicoba di tiga kecamatan. Untuk enam kecamatan lainnya masih dari pedagang langsung,” katanya.

Di Kabupaten Kudus ada total sebanyak 141 e-warung. Mereka melayani sebanyak 35.201 keluarga penerima manfaat. Dinsos sebelumnya tengah mengkaji untuk menambah jumlah e-warung.

Pasalnya, hingga saat ini masih ada e-warung yang melayani hingga 300 penerima. Idealnya, e-warung melayani sebanyak 200 sampai 250 warga penerima manfaat. Namun perluasan ini menunggu kesiapan pihak bank, terutama untuk menyiapkan mesin untuk pembayaran. (SRM)

Tinggalkan Balasan