pemkab kudus mutasi puluhan pejabat
Proses pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat baru di lingkungan Pemkab Kudus pada upacara di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (10/7). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria – Pemkab Kudus melakukan mutasi puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Kudus. Dari total 60 pejabat yang dimutasi, tiga di antaranya merupakan pejabat tinggi pratama hasil seleksi terbuka yag dilakukan baru-baru ini.

Ketiga pejabat yang dilantik diambil sumpahnya bersama 57 pejabat lainnya di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (10/7) pagi. Ketiganya yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas Sosial Mundhir dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Catur Widiyatno.

Posisi Bergas sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) digantikan Budi Waluyo (eks Sekcam Jekulo). Sementara itu kursi Kepala Bagian Kesra yang ditinggalkan Mundhir diisi oleh Safi’i.

BACA JUGA : Dua Nama Bersaing Jabat Kepala Dinas PUPR Kudus

Sementara itu Satria Agus Himawan yang sebelumnya Sekretaris Kecamatan Kaliwungu dilantik menjadi Camat Kaliwungu. Satria menggantikan Harso Widodo yang dilantik menjadi Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik.

Posisi lainnya pada mutasi puluhan pejabat itu antara lain Kabag dan Kasi dari berbagai OPD yang ada di lingkungan Pemkab Kudus.

Plt Bupati Kudus Hartopo dalam sambutannya menyampaikan, mutasi pejabat di lingkungan pemkab Kudus adalah hal biasa. Ia mengingatkan para pejabat harus menjaga integritas diri dan tempat bekerja.

Pasalnya, selama ini masih banyak ditemui instansi yang menjadi zona integritas namun secara kualitas masih belum bisa menjaga integritas.

Pegang Teguh Aturan

Para pejabat harus tegas untuk memegang teguh aturan yang berlaku. “Jangan sampai tergoda oleh apapun. Anda semua harus tegas dan menjaga integritas diri dan instansi tempat Anda bekerja,” tegasnya.

Menurutnya, pejabat sebagai pelayan masyarakat harus sabar dan ikhlas dalam memberikan pelayanan. Dalam melakukan pelayanan, lanjut Hartopo, tentu ada sebagian masyarakat yang kurang sabar maupun kurang puas. Karena itu, ia meminta para pejabat harus banyak memberi, bukan sebagai orang yang diberi.

“Mari jadikan jabatan sebagai ladang ibadah dalam melayani masyarakat. Jangan berhenti untuk ramah dan ikhlas untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan