karantina pemudik
Warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus membentangkan spanduk penolakan lokasi karantina pemudik di desanya, Senin (6/4/2020). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Kedisiplinan warga dan keterbukana informasi dari pemerintah menjadi kunci keberhasilan untuk mengantisipasi potensi penyeraban Covid-19 atau virus korona.

Ketua DPD PAN Kabupaten Kudus Budiyono menilai pemerintah daerah perlu mengubah gaya komunikasi yang lebih terbuka dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Budiyono mengatakan, Pemkab Kudus memang telah mengunggah data “update” Covid-19 di Kabupaten Kudus melalui laman ini.  Namun, informasi di website tersebut baru menampilkan sebatas angka-angka semata.

“Suguhan data pada website tersebut perlu lebih informatif termasuk pergerakan baik ODP, PDP, pasien positif maupun negatif di setiap wilayah kecamatan. Kabupaten lain sudah menerapkannya, mungkin Pemkab Kudus perlu meniru model informasi dari kabupaten lainnya,” katanya, Sabtu (11/4/2020).

BACA JUGA : Kabar Baik Perawat di Kudus Sembuh dari Covid-19

Menurut dia, kegiatan edukasi kepada masyarakat bisa berjalan optimal jika disertai dengan keterbukaan informasi.

“Belakangan santer beredar informasi yang belum tentu benar. Kami berharap Pemkab Kudus melalui gugus tugas Covid-19 maupun Dinas Kominfo jujur dan terbuka atas semua informasi terkait korona. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Pemetaan Zona

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron. Komisinya akan memanggil Dinas Kesehatan untuk menjelaskan progress penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus.

“Seharusnya pemerintah melakukan pemetaan zona sampai tingkat kampung agar rakyat tidak bingung,” katanya.

Ia melihat ada perubahan metode penentuan zonasi penyebaran Covid-19 oleh Pemprov Jateng dan Pemkab Kudus. Pemprov Jateng telah memasukkan Kudus dalam daerah zona merah di Jawa Tengah.

Namun dalam website milik Pemkab Kudus, pewarnaan zonasi di sembilan kecamatan justru sama, yakni masih warna Kuning.

“Selalu ada perbedaan data dari Pusat, Provinsi, dan daerah. ini yang membingungkan masyarakat. Kami akan menggelar rakor dengan diinas terkait, Senin nanti,” katanya.

Hingga Sabtu sore, total ada enam kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, tiga pasien positif masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi. Satu pasien lainnya dinyatakan sembuh. Sementara dua pasien positif Covid-19 telah meninggal dunia.

Total orang dalam pemantauan (ODP) naik 14 orang menjadi 238 orang. Sebanyak 209 orang msih dipantau,s ebanyak 44 sudah selesai dipantau.

Jumlah PDP naik lima orang menjadi 132 pasien. Dari jumlah itu, sebanyak 58 orang dinyatakan negatif, sebanyak 80 pasien sudah pulang, 35 pasien masih dirawat, dan 19 orang PDP telah meninggal dunia.(SRM)

Tinggalkan Balasan