Warga penerima PKH mencairkan bantuan melalui mesin ATM bank yang ditunjuk. (foto : dok/suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemerintah cairkan bantuan PKH untuk 20.591 keluarga miskin di Kabupaten Kudus. Pemerintah menaikkan indeks bantuan program keluarga harapan (PKH) untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas akibat pandemi Corona.

Padahal sebelumnya, bantuan PKH sudah dikucurkan dua kali untuk alokasi per triwulan. Koordinator PKH Kabupaten Kudus Habib Rifai mengatakan, indeks bantuan PKH mulai April dinaikkan sebesar 25 persen akibat dampak pandemi Korona.

BACA JUGA : Penanganan Dampak Covid-19 Masih Sporadis

Disebutkan, alokasi triwulan pertama sudah cair Januari lalu. Untuk triwulan kedua pemerintah cairkan bantuan PKH Maret lalu. Untuk alokasi April, pemerintah cairkan bantuan PKH sebesar Rp 4,673 miliar.

“Karena ada dampak pandemi Korona, maka mulai April bantuan PKH dicairkan per bulan dengan indeks bantuan naik sebesar 25 persen. Jika ditotal hingga akhir tahun nanti, keluarga penerima manfaat akan mendapat bantuan PKH sebanyak 15 kali,” katanya, Senin (27/4).

Habib menambahkan, kenaikan indeks bantuan sesuai Keputusan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 02/3/BS.02.01/4/2020 berlaku untuk tujuh komponen bantuan.

Ketujuh komponen yakni kategori ibu hamil/nifas bantuan naik menjadi sebesar Rp 250 ribu per bulan, kategori anak usia 0-6 tahun menjadi Rp 250.000 per bulan, kategori pendidikan anak SD/sederajat menjadi Rp 75.000 per bulan.

Untuk kategori pendidikan anak SMP/sederajat naik menjadi Rp 125.000 per bulan, kategori pendidikan anak SMA/sederajat menjadi Rp 166.000 per bulan, kategori penyandang disabilitas berat naik menjadi Rp 200.000 per bulan, dan kategori lanjut usia menjadi Rp 200.000 per bulan.

Bantuan PKH Tertinggi

Dengan perubahan tersebut, bantuan terkecil untuk KPM di Kabupaten Kudus sebesar Rp 75 ribu per bulan. Sementara untuk bantuan tertinggi yang diterima KPM ada yang menerima sebesar 775 ribu per bulan.

“Besaran bantuan dilihat dari komponen atau kategori yang ada di dalam masing-masing KPM. Bantuan tiap keluarga berbeda-beda, sesuai kategori yang dipenuhinya,” katanya.

Toal KPM di Kabupaten Kudus sebanyak 20.591 keluarga. Habib menambahkan, pendamping PKH akan terus mengawal penggunaaan dana PKH agar digunakan sesuai peruntukannya.

“Kami terus melakukan pendampingan kepada para KPM agar mereka bijak memanfaatkan uang bantuan yang diterima,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan