Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian
Sejumlah anggota Kelompok Wanita Tani saat mengikuti pelatihan pengolahan hasil tani

PATI, suaramuria.com – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah menggelar pelatihan pengolahan hasil pertanian saat pandemi. Langkah itu dilakukan untuk meningkatan ketahanan pangan di masa sulit seperti sekarang ini.

Pelatihan itu menyasar kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Pati di wisata edukasi Komunitas Pangan Sehat (WEKPS).  Selain KWT Pati, total ada lima daerah yang juga mendapatkan pelatihan. Seperti Klaten, Purbalingga, Wonosobo, Pati dan Kendal. Untuk Pati sendiri merupakan pelatihan gelombang dua dengan mendatangkan peserta dari KWT Desa Kedungbulus, dan Pohgading, Kecamatan Gembong.

Para peserta mendapatkan bimbingan teknis agribisnis pengolahan hasil pertanian, dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di sekitar rumah. Seperti pengolahan daun kelor menjadi beragam olahan pangan.

“Dengan pelatihan engolahan hasil pertanian ini, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian anggota KWT saat pandemi covid 19. Selain itu , dengan pelatihan, diharapkan bisa ditularkan ke tetangga masing-masing anggota KWT sehingga dampak manfaatnya meluas,”ujar Hasan Muhadjir, staf Administrasi Bapeltan Jateng.

BACA JUGA : Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turun Tangan Wujudkan Desa Mandiri Pangan

Dia juga mengharapkan pelatihan tersebut bisa meningkatkan sumberdaya manusia anggota KWT dengan skill yang mumpuni. Dengan begitu maka KWT dapat menjadi salah satu sektor penopang keluarga yang mandiri, dengan berpenghasilan sendiri.

“Jika itu berlangsung maka kami yakin sektor riil masyarakat bisa berjalan serta perekonomian masyarakat bisa tumbuh,”ujarnya.

Rencananya setelah proses pelatihan pengolahan hasil pertanian nantinya pihaknya juga akan melakukan monitoring dan evaluasi. Sehingga tujuan dan target dalam pelatihan itu bisa terpenuhi.

“Kami mengharapkan dimasa pandemi ini setiap keluarga nantinya bisa mandiri, dengan penghasilan dari hasil olahan pangan menuju ketahanan pangan,”tambahnya.

Dalam pelatihan pengolahan hasil pertanian para peserta terlihat begitu antusias. Terlebih dalam kegiatan tersebut mereka tak hanya belajar secara teori namun juga praktik. Diantaranya mereka tampak bersemangat saat berlatih membuat mie dengan berbahan dasar daun kelor. Warna kehijauan dari mie itupun menjadi daya tarik tersendiri dari kaum ibu-ibu yang mengikuti.

“Kami berharap kegiatan semacam ini bisa digelar secara berkelanjutan,”ujar Muryati salah seorang anggota KWT.(srm)

Tinggalkan Balasan