- Advertisement -spot_img
26.1 C
Kudus
Rabu, 18 Mei 2022
BerandaKudusPelaksanaan Kurban, Jagal Harus Negatif Covid-19

Pelaksanaan Kurban, Jagal Harus Negatif Covid-19

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Jelang pelaksanaan kurban Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menenekankan pentingnya kesehatan hewan kurban maupun para jagal. Jagal atau tukang potong kurban harus negatif Covid-19.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus membentuk tim khusus menjelang Idul Adha. Tim bertugas memastikan hewan ternak dan pemotongan sesuai prosedur disesuaikan dengan protokol kesehatan (Prokes) pandemi Covid 19.

Kadinas Pertanian dan Pangan Sunardi melalui Kabid Peternakan Agus Setiawan dan Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan, Sidi Purnomo, Minggu (11/7) menyatakan saat tim sudah memulai pengecekan ke sejumlah peternakan sejak 14 Juni hingga menjelang pelaksanaan kegiatan.

BACA JUGA : Retribusi RPH di Kudus Digratiskan untuk Pemotongan Hewan Kurban

Secara umum, kesehatan hewan ternak sudah cukup. Peternak dan calon pembeli sudah mengetahui ciri-ciri hewan ternak yang berkualitas. ”Secara umum kondisinya cukup baik,” katanya.

Hewan ternak didatangkan pedagang dari beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tahun lalu, total jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 12.098 ekor.

Jenis yang dipotong didominasi kambing, kerbau, domba dan sapi. Penyakit yang diwaspadai saat sekarang scabies.

Tim melakukan pemeriksaan post mortem untuk memastikan kualitas daging. Pemeriksaan post mortem ialah pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah disembelih yang dilakukan oleh petugas pemeriksa berwenang.

Dilakukan segera setelah penyelesaian penyembelihan, dan pemeriksaan dilakukan terhadap kepala, karkas atau jeroan.

”Tukang potong harus sehat, tidak terjangkit Covid 19 dan selama pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kesehatan Hewan

Awal pekan ini, tim akan kembali mengecek pasar ternak. Mereka memantau kesehatan ternak yang akan digunakan untuk kurban.

Disinggung tips pemilihan hewan kurban, Sidi menyebut sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Salah satunya berumur, ditandai dengan tanggalnya gigi susu di depan atau sering disebut sudah powel. Usia kambing sekitar 12 bulan-18 bulan sedangkan sapi atau kerbau mencapai 22 bulan.

Mata hewan kurban yang sehat jernih, tidak berair. Hidung terlihat basah dan tidak mengeluarkan cairan. Tanda-tanda lainnya, anus kering yang menandakan hewan ternak tidak diare. Terakhir, kondisi hewan tidak kurus, dan tidak cacat. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini