pejabat publik
RS Mitra Bangsa terapkan social distancing dan pasang alat pembunuh virus. (suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Ajakan dan pelibatan masyarakat dalam penanganan dan pencegahan persebaran virus Corona (Covid-19) semakin gencar dilakukan. Namun, itu tidak dapat sebatas imbauan atau seruan, tetapi harus diikuti keteladanan dari pejabat publik.

“Pejabat atau tokoh publik harus memberi contoh tidak menciptakan kerumunan. Anjuran untuk menjaga kesehatan, berolahraga, dan menjaga jarak (social distancing atau physical distancing) harus diterapkan secara bersama-sama tanpa terkecuali,” ujar budayawan Anis Sholeh Ba’asyin, Kamis (2/4).

Sejauh ini, beragam kegiatan masih berjalan, termasuk yang bersifat sosial. Itu dalam rangka menyerukan penerapan sederet imbauan atau membantu masyarakat mendapat sarana pendukung berpola hidup sehat seperti masker, pembagian hand sanitizer, cairan disinfektan, atau lainnya.

“Mengambil pelajaran dari meninggalnya anggota DPR RI Imam Suroso yang berstatus PDP Covid-19, maka maksud baik harus disertai dengan berbuat benar, dan nanti pada tahap berikutnya bertindak pener. Pejabat, tokoh publik, dan masyarakat harus bersama-sama untuk saling mengingatkan dan menguatkan dalam melawat Covid-19 dengan belajar dari kejadian sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Status Pati Belum KLB dan Zona KuningSebilan Wartawan Peliput Mbah Roso Negatif Covid-19

Selain itu, Anis juga berharap pemahaman atas virus korona, terlebih pola penularannya penting untuk lebih disosialisasikan secara lebih detail. Di antaranya virus korona ditularkan lewat cairan yang menyembur ketika batuk atau bersin. Cairan itu akan ada di udara dengan suhu tertentu, atau jatuh ke permukaan benda.

“Penularan terjadi kalau yang bersangkutan di dekat orang yang batuk atau bersin. Aatau menyentuh benda yang terkena tetesan cairan tersebut lantas tangannya memegang mulut, hidung atau mata,” paparnya.

Adapun kontak langsung, seperti bersalaman dengan orang yang sudah terpapar Covid-19 bisa saja menjadi mendia penularan, dengan asumsi tangan tersebut sebelumnya digunakan oleh yang bersangkutan untuk mengelap cairan di hidung atau mulutnya.

“Pemahaman seperti itu harus dimiliki semua kalangan untuk bersama-sama berdisiplin menerapkan social distancing atau physical distancing,” tandasnya.

RS Mintra Bangsa Pasang Alat Pembunuh Virus

Sementara, Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati belakangan gencar mensterilkan areanya. Senior Manager Hubungan Pelanggan dan Pemasaran Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati

Anggita Novia mengemukakan, pihaknya tidak hanya melakukan penyemprotan desinfektan di area dalam dan luar rumah sakit, tetapi juga memasang alat pembersih udara untuk membunuh virus yang diletakkan di setiap pojok ruang tunggu.

Rumah sakit milik Imam Suroso itu juga menerapkan standar pengecekan suhu badan pasien, pengunjung, serta karyawan yang hendak masuk ke layanan kesehatan tersebut. Sarana cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer tersedia di berbagai sudut ruangan.

Termasuk menerapkan social distancing untuk area tunggu dan di dalam lift. Selain itu, RS Mitra Bangsa memberikan vitamin untuk semua karyawan agar setiap karyawan tetap terjaga sistem imun tubuh dan kesehatannya

“Setiap pengunjung yang akan memasuki RS Mitra Bangsa juga selalu kami berikan edukasi cuci tangan enam langkah,” katanya.

Dia mengatakan, RS Mitra Bangsa tetap melayani rawat inap dan rawat jalan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Pihaknya juga serius dalam upaya menangkal persebaran Covid-19.(SRM)

Tinggalkan Balasan