Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini (dua kiri) menemani Ketua DPRD Kudus Masan (kiri) mengecek reservoir air PDAM di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS – PDAM Kudus terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggannya. Namun karena ketersediaan air dan kebutuhan pelanggan tidak berimbang, membuat pelayanan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Direktur Utama PDAM Kudus, Ayatullah Humaini mengatakan, PDAM kini memiliki 56 sumur produksi air bawah tanah (ABT) dengan total kapasitas sekitar 480 liter per detik, atau setara kebutuhan ideal 38.400 pelanggan. Sedang pelanggan PDAM Kudus kini mencapai 47.000 pelanggan.

Itu artinya perlu menambah ketersediaan air untuk memaksimalkan pasokan bagi 8.600 pelanggan lainnya. PDAM butuh tambahan minimal 17 sumur produksi baru untuk mencapai titik pelayanan ideal guna memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan.

BACA JUGA : Krisis Air, PDAM Setop Air ke Tiga Desa

Persoalan akut pemenuhan kebutuhan air saat ini terutama terjadi di kawasan Undaan yang memiliki 13.000 pelanggan.

“Pasokan air ke daerah Undaan tidak optimal, sehingga kami putuskan mengambil langkah mematisurikan pelayanan di tiga desa yang memiliki sekitar 700 pelanggan,” terangnya.

Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dadi Muria yang berasal dari Bendung Klambu diharapkan menjadi salah satu solusi mengatasi masalah kebutuhan air di daerah Undaan.

Sayang realisasinya masih lama, baru dimulai tahun 2023 mendatang. Solusi paling baik dan cepat yaitu menambah sumur produksi di wilayah Kota Kudus, baru kemudian didistribusikan ke daerah Kecamatan Undaan.

Saat ini jaringan distribusi ke Undaan baru terkoneksi ke tujuh sumur produksi. Butuh modal sekitar Rp 15 miliar untuk menuntaskan persoalan layanan di kawasan Undaan.

“Potensi penambahan pelanggan di Undaan masih cukup besar, dapat dimaksimalkan hingga minimal 21 ribu pelanggan,” jelasnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan