- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaKudusPatroli Malam Takbiran, Hartopo Pergoki Wanita Malam di Balai Jagong

Patroli Malam Takbiran, Hartopo Pergoki Wanita Malam di Balai Jagong

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Bupati Kudus HM Hartopo bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kudus menggelar patroli pengamanan malam takbiran, Rabu (12/5) malam. Sejumlah titik keramaian malam takbiran di Kabupaten Kudus dibubarkan untuk mencegah potensi penularan Covid-19.

Di Balai Jagong, rombongan juga sempat memergoki sejumlah wanita malam yang mangkal di warung PKL. Melihat itu, Hartopo yang berpatroli bersama Ketua DPRD Kudus Masan, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma dan Dandim Kudus Letkol Kav Indarto berhenti di warung-warung PKL.

Seorang wanita malam akhirnya diamankan Satpol PP karena tak mau menunjukkan kartu identitas. Hartopo mengatakan, banyak menerima keluhan terkait keberadaan wanita malam di Balai Jagong.

“Banyak keluhan yang masuk ke saya, termasuk dari JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak – Red). Karena itu pada patrol ini saya ingin melihat lagi apakah mereka masih sering mangkal di sana. Ternyata masih,” katanya.

BACA JUGA : Peduli Yatama, Pemkab Kudus Salurkan Santunan untuk Ratusan Anak Yatim Piatu

Hartopo menduga banyak wanita malam yang sengaja mangkal di Balai Jagong. Dari laporan yang diterimanya, Balai Jagong juga menjadi tempat bertransaksi para wanita malam itu. Karena itu, ia meminta Satpol PP dan dinas terkait rutin melakukan pembinaan kepada para PKL.

“Jika nanti sulit ditertibkan, PKL-nya yang akan kami cabut izin berjualannya,” tegasnya.

Bupati tak ingin terjadi penyimpangan di Balai Jagong. Tempat publik itu harus steril dari penyalahgunaan termasuk transaksi para wanita malam.

“Balai Jagong sesuai Perbup yang saya teken hanya boleh beroperasi hingga jam 21.00 WIB. Hanya memang kami beri kelonggaran agar perputaran ekonomi kembali menggeliat. Jangan sampai kelonggaran ini disalahgunakan,” katanya.

Protokol Kesehatan

Terkait pelaksanaan malam takbiran di Kudus, Hartopo melihat masyarakat Kota Kretek sudah patuh untuk tidak menggelar takbiran keliling. Sebelumnya ia mengimbau agar takbiran digelar di masjid atau musala, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami sudah perintahkan Satpol PP dan petugas di masing-masing kecamatan untuk mengurai kerumunan, untuk menghindari potensi penularan Covid-19,” katanya.

patroli malam takbiran
Bupati Kudus HM Hartopo menanyai wanita malam yang kepergok mangkal di salah satu PKL Balai Jagong pada patroli pengamanan malam takbiran, Rabu (12/5) malam. (foto : suaramuria.com)

Tempat keramaian pada malam Takbiran langsung dibubarkan agar tidak terjadi kerumunan. Pihaknya mengimbau warga kembali ke rumah atau menggemakan takbir dari masjid dan musala.

“Untuk pelaksanaan salat Idul Fitri, kami juga menekankan agar pengelola masjid untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, jarak juga diatur. Jamaah kalau bisa dibatasi,” katanya.

Hartopo meminta warga untuk taat prokes mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus sudah sangat signifikan. Dari titik terendah 60 kasus, kini sudah melonjak hingga 130 kasus Covid-19.

“Sekarang naik 125 persen. Pemudik yag masuk ke Kudus kami wajibkan swab antigen di Puskesmas terdekat. Hingga saat ini ada temuan dua pemudik yang positif swab antigen. Jangan sampai kasus ini semakin melonjak usai Lebaran nanti,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: