pajak umkm
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki saat berkunjung di BMT Fastabiq Khoiro Ummah Pati. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebut kedepan bakal ada pembebasan pajak UMKM karena dampak pandemi Covid-19.

Teten mengatakan, Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 2,4 triliun untuk program pembebasan pajak untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) ini.

Untuk dapat menikmati pembebasan pajak tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat melakukan pengajuan. Hanya saja diakuinya ada sejumlah kelompok UMKM yang takut justru akan dilakukan pemeriksaan pajak.

“Kami sudah berkoordinasi dengam direktorat jendral (Dirjen) pajak. Hasilnya mereka sudah berkomitmen tidak akan mengotak atik masalah tersebut. Justru pelaku UMKM harus proaktif mengajukan pembebasan pajak tersebut,” ujarnya saat berkunjung ke BMT Fastabiq Khoiro Ummah Pati.

BACA JUGA : Sepi Job, Puluhan Seniman Pati Wadul DPRD

Dengan begitu pihaknya berharap kebijakan tersebut dapat meringankan pelaku UMKM saat pandemi seperti sekarang ini. Pihaknya juga terus melakukan mensosialisasikannya.

“Kami juga telah menggagas relaksasi kepada para UMKM. Dalam artian, pelaku UMKM yang mempunyai hutang di bank, bisa ditangguhkan sementara. Itu juga harus melalui proses pengajuan. Pemerintah memberikan relaksasi kredit ini selama enam bulan. Sehingga bisa fokus pada pengembangan UMKM,” terangnya.

Relaksasi

Untuk relaksasi itu, Kementrian Koperasi dan UKM telah mendapatkan anggaran Rp 1 triliun lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).Setidaknya sudah memiliki mitra 40 koperasi.

“40 Koperasi itu telah 100 persen kami relaksasi. Ada enam bulan ada 12 bulan tidak usah bayar cicilan. Kami juga terus menawarkan kepada yang lain termasuk Fastabiq ini. Karena kami melihat sehat dan bisa membantu banyak UMKM dalam mendapatkan pembiayaan. Kami targetkan pada Juli ini sudah terealisasi sebesar 50 persen,” tambahnya.

Sementara Direktur Utama BMT Fastabiq Khoiro Ummah Muhammad Anwar mengatakan, koperasi berprestasi itu intinya berdiri untuk dan oleh anggota. Sehingga Fastabiq dalam hal ini juga mengedukasi anggota.

“Koperasi Fastabiq bisa besar bukan karena pengurus, tetapi karena anggota yang loyal. Meski di tengah pandemi, anggita kami juga masih eksis dan loyal,” imbuhnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan