suara muria pabrik
Komisi C DPRD Kudus menggelar sidak ke bangunan pabrik komponen sepatu di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Masuknya investasi ke wilayah Kabupaten Kudus disambut positif Komisi C DPRD Kudus. Namun sayangnya, sejumlah investasi yang masuk dinilai mengabaikan lingkungan yang ada.

Wakil Ketua Komisi C Anis Hidayat mengatakan, komisinya menggelar sidak ke proyek pabrik komponen sepatu milik PT Dewi Citra Sejati di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (23/12/2019).

Perusahaan baru itu dinilai mencaplok tanah pengairan yang berfungsi sebagai saluran irigasi.

BACA JUGA : Pabrik Komponen Sepatu Belum Kantongi IMB

Anis mengatakan, Komisi C menerima laporan masyarakat proyek bangunan pabrik menutup saluran irigasi. Meski pemilik pabrik mengganti saluran dengan membelokkan saluran, langkah tersebut dinilai menyalahi prosedur.

“Semua harus sesuai regulasi. Apakah dengan mengganti atau membelokkan saluran irigasi kemudian masalah selesai? Kami kira tidak seperti itu,” katanya.

Sidak Komisi C dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C Rinduan dan para anggotanya. Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satpol PP, dan OPD terkait ikut serta dalam sidak tersebut.

Anis mengatakan, warga yang melapor ke Komisi C khawatir pencaplokan saluran irigasi tersebut akan berdamapak pada lahan pertanian milik petani. “Proyek bangunan pabrik ini juga belum mengantongi izin lengkap, tetapi pabrik sudah berdiri dan mulai merekrut karyawan,” katanya.

Bangunan pabrik komponen sepatu itu sebelumnya sempat disegel oleh Satpol PP, Juli lalu. Petugas Satpol menutup proyek pabrik yang dikabarkan hasil investasi asing dari Korea karena belum mengantongi izin.

Namun tak berselang lama, segel yang dipasang Satpol PP dicopot setelah adanya desakan pihak yang mengatasnamakan staf gubernur. “Ini juga perlu diselidiki. Apakah benar ini perintah langsung gubernur, atau jangan-jangan hanya mencatut nama saja,” ujar Anis.

Anggota Komisi C yang datang ke lokasi hanya ditemui oleh Satpam dan sejumlah karyawan. Seorang karyawan yang enggan disebut namanya mengaku jika kepala pabrik tengah berada di kantor pusat di Tangerang.

Menanggapi itu, Ketua Komisi C Rinduwan mengatakan, komisinya akan memanggil petinggi PT Dewi Citra Sejati sebagai pemilik pabrik tersebut. “Karena hari ini tidak ada, kami akan layakan surat undangan untuk kami konfirmasi terkait persoalan yang masuk ke kami. Secepatnya akan kami undang,” katanya.

Kasi Pembangunan Bidang Sumber Daya Air pada PUPR Faustine Ike mengatakan, saluran irigasi yang masuk Daerah Irigasi Asem Doyong Desa Gondoharum melintas di tengah kawasan proyek. Saluran itu kini sudah ditutup dan di atasnya dibangun pabrik.

Sementara saluran dibelokkan ke arah barat persis di depan pabrik. Saluran irigasi baru itu dibuat selebar 2 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. “Saluran irigasi ini menjadi kewenangan PSDA Jawa Tengah,” katanyA. (SRM)

Tinggalkan Balasan