peluang baru di tengah pandemi
Sejumlah tokoh yang hadir pada diskusi Bangkit di Era Pandemi yang digelar di saung Bambu Wulung Kudus, Selasa (12/8). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Dampak krisis akibat Corona yang terjadi saat ini membuka berbagai peluang baru di tengah pandemi, tak terkecuali di sektor ekonomi. Krisis ekonomi pada pandemi Covid-19 berbeda dengan kondisi krisis pada pandemi-pandemi sebelumnya.

Optimisme itu diuangkapkan Ketua PP GP Ansor Sumantri Suwarno secara virtual melalui video conference pada acara diskusi “Bangkit di Era Pandemi” yang digelar di Saung Bambu Wulung Kudus, Selasa (11/8) malam.

Hadir sejumlah tokoh pada acara itu. Selain Sumantri, hadir Sekda Kudus Samani Intakoris, Anggota Komisi E DPRD Kudus Mawahib, Ketua PW GP Ansor Jateng Solahuddin Aly, dan Ketua PC GP Ansor Kudus Dasa Susila.

Sementara Budayawan Sosiawan Leak, Ketua PP GP Ansor Sumantri Suwarno, dan Katib Syuriah PBNU KH Miftah Fakih hadir secara virtual melalui teknologi video conference.

Dalam paparannya Sumantri menambahkan, pandemi Covid-19 membuat adanya perubahan aktor. Mereka yang berada di jajaran orang kaya dan diprediksi tidak akan jatuh, ikut merasakan dampak pandemi ini.

“Pandemi Covid-19 ini unik, karena justru menjadi instrumen untuk meratakan kekayaan. Yang dibutuhkan adalah cermat melihat peluang, di tengah krisis akibat pandemi saat ini,” katanya.

Peradaban Baru

Dari perspektif berbeda, budayawan dan sastrawan Sosiawan Leak melihat pandemi ini akan membantuk peradaban baru di masyarakat. Pandemi Covid-19, menurut Leak bukan pandemi terberat yang dialami umat manusia.

Ia membandingkan banjir bandang pada zaman Nabi Nuh yang melahirkan peradaban baru. “Corona ini adalah karunia untuk mewujudkan peradaban baru umat manusia saat ini,” katanya.

Ketua PW GP Ansor Jateng Solahuddin Aly menambahkan, pandemi Covid-19 justru menguatkan budaya kebersamaan atau gotong royong di Indonesia. Ia mencontohkan, GP Ansor melalui program-program yang telah dilakukan mendorong munculnya peluang-peluang baru di tengah pandemi.

Meski pandemi melahirkan optimisme baru, Sekda Kudus Samani Intakoris menyebut masyarakat tak boleh memandang enteng pandemi ini. Pemerintah telah mengeluarkan banyak anjuran terutama untuk patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Pandemi ini memukul lima sendiri masyarakat mulai kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, dan psikologi. Untuk penguatan lima sendi itu, Pemerintah telah mengucurkan banyak program. Namun kunci penting membendung pandemi ini adalah kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Acara diskusi yang dipandu akademisi IAIN Kudus Abdul Jalil itu digelar hingga pukul 23.00 WIB. Kehadiran kelompok musik Suluk Tajug Menara berhasil mencairkan suasana diskusi yang membahas tema serius tersebut.

Anggota Komisi E Mawahib mengatakan, diskusi gayeng serupa akan terus digela secara rutin. “Acara diskusi seperti ini akan kami gelar rutin, terutama untuk mendengarkan perspektif dari para tokoh untuk menghadapi berbagai isu terkini di tengah masyarakat,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan