pengusaha hotel rumahkan karyawan
Ketua PHRI Kabupaten Kudus Tri Suyitno

KUDUS,suaramuria.com – Pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Kudus mengeluhkan anjloknya omzet selama munculnya pandemi Corona saat ini. Sejumlah pengusaha hotel rumahkan karyawan untuk efisiensi usaha.

Sejumlah restoran bahkan terpaksa menutup usahanya. Pengusaha meminta Pemkab Kudus memberikan insentif atau keringanan pajak. Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain pengusaha hotel rumahkan karyawan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus Tris Suyitno mengatakan, tingkat hunian hotel anjlok dari rata-rata 60 persen tinggal hanya 5 persen. Dua restoran bahkan sudah menutup usahanya.

“Anggota kami sudah mulai merumahkan karyawannya. Di tempat kami dua karyawan kami rumahkan karena beban yang kami tanggung semakin berat,” katanya.

BACA JUGA : Pemkab Anggarkan Rp 10 Miliar Bantu Keluarga Terdampak Korona

Keluhan itu disampaikan Tris saat menghadiri sosialisasi Covid-19 di gedung Setda Kudus, Kamis (2/4/2020). Tris berharap ada bantuan atau stimulan bagi dunia usaha terutama hotel dan restoran.

Ahmad Muntohar, pengelola hotel lainnya mengeluhkan sulitnya mencari masker, disinfektan, dan hand sanitizer. 

“Kami mewajibkan karyawan terutama yang bersinggungan langsung dengan tamu untuk mengenakan masker dan sarung tangan. Kami kesulitan mencari barang-barang tersebut,” katanya.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, persoalan minim stok masker, hand sanitizer, maupun disinfektan. “Saat ini pun Pemkab kesulitan mendapatkannya untuk keperluan tim medis,” katanya.

Terkait permintaan keringanan pajak, Hartopo meminta pengusaha mengirimkan surat resmi agar dikaji oleh dinas terkait.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, pajak yang disetorkan oleh hotel dan restoran didasarkan pada omzet mereka.

“Jika omzet memang menurun, tentu pajaknya juga turun. Tanpa harus mengajukan keringanan pajak,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan