- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Rabu, 22 September 2021
BerandaKudusOlahan Labu Jipang Tembus Pasar Luar Kudus

Olahan Labu Jipang Tembus Pasar Luar Kudus

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.comKabupaten Kudus dikenal memiliki keunikan kuliner dan buah tangan khas. Produk olahan Labu siam (jipang) menjadi penganan khas baru asal Kudus yang mulai dilirik oleh konsumen.

Dari tangan Yanti, pemilik UMKM ULIQ, labu jipang menjadi makanan seperti pempek, gethuk, manisan, hingga es gempol. Bahan baku jipang berasal dari petani di lereng Gunung Muria.

Dukungan untuk pengembangan dan pemasaran pun disampaikan Bupati Kudus Hartopo saat berkunjung di tempat produksi olahan Jipang di Desa Pedawang, Bae, pada Jum’at (3/9). Yanti mengatakan, pandemi menjadi titik balik usahanya karena harus mengurangi karyawan dan tidak dapat memasarkan produknya di tempat wisata.

BACA JUGA : Sate Pak Taman, Legendaris Sejak Tahun 1950

Adanya dukungan Pemkab Kudus memberikan angin segar untuk meningkatkan produksi dan memperlebar pemasaran labu jipang. “Dukungan dari Pemkab Kudus memberikan semangat kepada kami. Kami semakin optimistis untuk bangkit dari pandemi,” katanya.

Olahan labu jipang Yanti memang telah dipasarkan hingga ke luar kota. Namun, pandemi memberikan imbas signifikan kepada UMKM Yanti yang bergantung pada tempat wisata.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus akan membantu memasarkan dan mendukung penuh pengembangan olahan labu jipang.

Tingkatkan Produksi

Hartopo pun berharap Yanti dapat meningkatkan produksinya apalagi saat ini Kudus telah masuk level 2. Menurut dia, produk olahan labu jipang memiliki potensi pasar yang cukup besar karena keunikan dan cita rasanya yang khas.

“Memang benar pandemi memberiman imbas yang sangat signifikan pada pelaku UMKM. Semoga setelah PPKM Kudus levelnya menurun bisa dipasarkan dengan baik lagi dan produksi meningkat,” katanya.

Saat melihat tempat produksi olahan labu jipan, Hartopo mengapresiasi Yanti yang berkarya dengan fasilitas semi tradisional. Cara mengawetkan produk olahan jipang pun masih tradisional, tapi bisa tahan lama.

Disamping bahan baku labu Muria yang tahan sampai satu tahun. Pihaknya menyebut potensi yang baik tersebut harus terus dikembangkan.

“Kualitas nya sangat bagus. Padahal pengolahannya masih semi tradisional. Sangat kreatif dan inovatif. Semoga terus berkembang,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: