sipipa suara muria
Sosialisasi SIPIPA oleh Dislautkan kepada para pengusaha perikanan di Kabupaten Pati. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati mengenalkan program terobosan terbarunya yakni Sistem Informasi Pelelangan Ikan (Sipipa).

Dislautkan yakin sistem ini bakal memberikan keuntungan kepada semua pihak.

Kepala Dislautkan Edy Martanto melalui Kabid Pembinaan dan Pengelolaan TPI (P2TPI) Dwi Endang Subekti mengatakan sosialisasi yang digelar hotel Safin kemarin merupakan kegiatan kali kedua yang dilakukan. Dalam sosialisasi itu ratusan pelaku usaha turut diundang.

BACA JUGA : Polres Pati Perketat Pilkades di Juwana

Diharapkan dengan sosialisasi tersebut nantinya memang dapat memberikan pemahaman kepada pelaku usaha seperti bakul, pengolah, pengurus maupun pemilik kapal serta nelayan. Terutama terkait pentingnya menerapkan Sipipa yang dapat mebawa transparansi dalam pelayanan.

“Dengan adanya sistem tentu tidak ada yang dirugikan, justru semua diuntungkan. Karena dengan sistem lelang terbuka ini menggunakan mekanisme non tunai. Bakul yang akan membeli nantinya tentu diharapkan dapat melakukan deposit kepada bank yang menjadi mitra sehingga lebih terjamin keamanannya,” terangnya.

Bahkan dengan mekanisme itu, nantinya pemilik ikan atau nelayan dapat segera mendapatkan hasilnya setelah dilelangkan. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya Kekurangan Pembayaran Lelang Ikan (KLPI).

“Dari deposit itulah yang nantinya secara otomatis akan dipotong untuk pembayaran lelang maupun retribusi. Jumlahnya pun nanti jelas bisa terdata sesuai sistem,” terangnya.

Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan bank Jateng yang menjadi mitra terkait kemungkinan adanya pelaku usaha yang mengaku kesulitan terkait finansial dalam melakukan deposito tersebut.

“Kami juga memiliki kebijakan bila sesuai kebutuhan masih sulit, bisa melunasinya besoknya sebelum mengikuti lelang. Dengan begitu diharapkan dalam 24 jam pemilik ikan juga sudah bisa mendapatkan hasilnya,” katanya.

Bagi yang tidak melakukan pelunasan, dikatakannya tidak bisa mengikuti lelang. Hal itu semata-mata dilakukan untuk meminimalisir terjadinya KLPI. Sehingga diharapkan bisa memberi keuntungan bersama.

“Sistem SIPIPA tentu memberi banyak manfaat. Selain lebih transparansi dan lebih aman dengan mekanisme non tunai, juga dapat meningkatkan penerimaan asli daerah dari retribusi lelang. Selain itu data juga terekam dan bisa dilihat kapanpun,” ujarnya.

Terobosan terbaru dari Dislautkan itupun bahkan menarik perhatian dari sejumlah daerah untuk turut mempelajarinya. Sejumlah daerah dari Indonesia Timur juga banyak yang datang melihat sistem SIPIPA.

“Kalau sistem telah berjalan tentu akan menjadi pionir bahkan se Indonesia baru satu ini. Kami telah mendatangi sejumlah daerah dan melihat lelang melalui sistem hanya ada di Pati,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan