PATI, Suaramuria.com – Nelayan Dukuhseti hilang saat melaut. Pria bernama Gusno, asal Desa Grogolan itu dilaporkan menghilang saat mencari ikan di perairan Pulau Mondoliko, Minggu (17/1) malam kemarin.

Saat ini, proses pencarian pun terus dilakukan. Sejumlah nelayan setempat dibantu relawan berusaha melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian lokasi untuk mencari korban. Namun hingga Senin (18/1) sore korban belum juga diketemukan.

Ketua Tim SAR Relawan Tunggul Wulung Ali Masadi mengatakan, saat kejadian korban diketahui bersama dua orang rekannya yakni Hasyim dan Suparwi memang tengah melaut untuk mencari ikan.

Mereka berangkat dengan menggunakan perahu Arto Moro. Saat petang, kedua rekannya bertugas menebar jarring sementara korban sebagai nahkoda menarik liyer atau alat bantu untuk menarik jaring yang berada di bagian depan perahu.

Namun tanpa disadari, ternyata saat malam hari, Suparwi yang menengok mengetahui jika korban sudah menghilang. Diduga korban terjatuh ke laut.

“Saat itu penerangan di bagian nakhoda perahu dalam keadaan gelap,”ujarnya.

Melihat situasi demikian, kedua saksi pun langsung mengamankan jaring ke perahu selama kurang lebih empat jam. Kemudian saksi meminta kepada nelayan lain untuk membantu mencari korban nelayan Dukuhseti hilang tersebut.

“Hanya saja karena ombak terlalu besar, kedua rekan korban akhirnya memutuskan untuk kembali ke TPI Banyutowo,”ujarnya.

BACA JUGA : Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Nelayan Hilang di Pati

Proses pencarian nelayan Dukuhseti hilang itu kemudian dilanjutkan pada Senin (18/1) pagi ini. Tim relawan Tunggulwulung juga turut membantu melakukan pencarian korban.

Pada saat berangkat melaut, korban saat itu dalam kondisi kurang sehat. Ciri-ciri korban, tinggi 170 sentimeter, berat 65 kilogram dan memakai kaos putih bergaris hitam dan putih.(srm)

Tinggalkan Balasan