- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaKudusMuncul Klaster Perkantoran Setda Kudus, PNS Dilarang Copot Masker

Muncul Klaster Perkantoran Setda Kudus, PNS Dilarang Copot Masker

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Puluhan orang pegawai di lingkungan Pemkab Kudus menjalani swab test menyusul salah satu pegawai di Bagian Hukum Setda Kudus meninggal positif Covid-19, Kamis malam. Plt Bupati Kudus Hartopo mengakui adanya klaster perkantoran Setda Kudus sebagai penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Hartopo mengatakan, seluruh pegawai di kantor Bagian Hukum saat ini menjalani work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Hartopo mengatakan, semua kontak erat sudah menjalani rapid dan swab test. Informasi yang diterimanya ada enam orang dari kontak erat yang juga positif Covid-19. “Atas temuan itu maka seluruh pegawai di lingkungan Setda Pemkab Kudus menjalani swab test hari ini (kemarin – Red),” kata Hartopo, Jumat (25/9).

Hingga Jumat sore, total sebanyak 93 orang PNS di lingkungan Setda Kudus, DPPKAD, dan BKPP, dan Bappeda, menjalani swab test di aula lantai IV Setda Kudus. Mereka dilayani lima tim petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus.

BACA JUGA : Pemkab Kudus Pangkas Dana TT Covid-19 Rp 65 Miliar

Hartopo menambahkan, kasus tersebut bisa disebut sebagai klaster baru. Namun hanya di perkantoran Bagian Hukum Setda Kudus saja. “Kami juga langsung melakukan langkah-langkah penanganan,” katanya.

Salah seorang pegawai dari Bagian Hukum Setda Kudus yang bernama Dwi Kumaryanto meninggal dunia pada Kamis (24/9) akibat terpapar COVID-19. Disebutkan, semua pegawai di lingkungan kantor Bagian Hukum Setda Kudus diminta kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Sterilisasi Gedung

Selain swab test dan penelusuran kontak erat, pihaknya juga meminta BPBD melakukan sterilisasi penyemprotan disinfektan semua ruangan kantor di lingkungan Pemkab Kudus.

Sementara semua ASN di lingkungan Pendopo Kabupaten Kudus juga akan diminta mengikuti tes cepat (rapid test) maupun tes usap tenggorokan (swab) guna memastikan ada tidaknya ASN yang dimungkinkan terpapar.

Bagi pekerja yang hendak menjalani isolasi mandiri di rumah, disarankan untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan keluarganya serta dipastikan bahwa tempat tinggalnya memang memungkinkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Puskesmas juga akan diminta untuk memantau para ASN yang menjalani isolasi mandiri di rumah agar menjalaninya dengan benar. “Yang masih bekerja di kantor, semua pegawai dilarang melepas masker saat bekerja di kantor. Jika ada yang ketahuan melepas masker, akan langsung diberikan sanksi tegas,” katanya.

Hartopo mengatakan, kesadaran mengenakan masker dan protokol kesehatan lainnya menjadi benteng terakhir untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Karena itu lah, ia melarang ASNN melepas masker apalagi saat berbicara dengan orang lain saat di kantor. (SRM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: