- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Sabtu, 31 Juli 2021
BerandaKudusModin Desa di Kudus Dilatih Tangani Jenazah Penderita Covid-19

Modin Desa di Kudus Dilatih Tangani Jenazah Penderita Covid-19

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus menggelar pelatihan pemulasaran jenazah infeksius gratis bagi seluruh modin desa di Kabupaten Kudus. Pelatihan ini untuk mengantisipasi adanya pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kegiatan ini disambut antusias modin dari sejumlah desa di Kabupaten Kudus. Mereka datang untuk menimba ilmu di unit pemulasaran jenazah infeksius secara aman.

Tak hanya mendapat materi, para modin desa yang datang juga diajari praktik langsung pemulasaran jenazah pasien yang terpapar covid-19. Mulai dari proses memandikan, mengakafani, desinfeksi, hingga proses pengelolaan limbah infeksiusnya.

BACA JUGA : Kudus Zona Merah, Masjid Agung Tiadakan Salat Jumat

Para modin juga diajari bagaimana mengunakan alat pelindung diri yang benar. Sehingga bisa memproteksi dirinya dan lingkungan sekitar dari ancaman terpapar virus covid-19 yang masih ada di tubuh jenazah.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi dokter Abdul Aziz Achyar mengatakan, kegiatan pelatihan pemulasaran bagi jenazah yang terpapar covid-19 ini didasari atas keprihatinan dampak pandemi yang belum juga usai. Saat ini sudah mulai banyak kasus warga yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah.

“Jadi ternyata tidak hanya yang dirawat di rumah sakit yang meninggal. Tapi yang menjalani isolasi mandiri di rumah juga ada,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan jika ada warga isman yang meninggal di rumah modin desa bisa menanganinya sesuai tatalaksana pemulasaran jenazah infeksius. Sehingga tidak perlu dibawa ke rumah sakit.

“Kalau semua yang isman dibawa ke rumah sakit, tentu saja tim kami sangat kerepotan,” jelasnya.

Digelar Tiap Hari

Pelatihan teknik pemulasaran jenazah infeksius ini digelar gratis setiap hari. Jika ada modin desa yang ingin belajar bisa datang kapan saja di bagian unit pemulasaran jenazah kapan saja. Hingga akhir pekan lalu sudah ada  sembilan modin dari tiga desa yang datang.

Yakni Desa Prambatan Kidul, Desa Kutuk, dan Desa Karang Malang. Selain membuka pelatihan di rumah sakit, tim pemulasaran RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus juga digandeng Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan pihak kecamatan untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah covid-19 ke 9 kecamatan.

“Kami justru senang jika teman-teman modin desa mau belajar. Sehingga tugas ini bisa dilaksanakan bersama-sama. Kami buka pintu selesbar-lebarnya,” tambahnya.

Salah satu modin Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog Ali Mahfud mengaku sengaja menyempatkan waktu belajar proses pemulasaran jenazah infeksius di unit pemulasaran jenazah rsud dr. Loekmono Hadi Kudus. Dirinya datang bersama empat modin di desanya.

Di Desa Karangmalang sendiri diakuinya ada satu warga isolasi mandiri yang meninggal. Saat meninggal, posisi warga tersebut masih menunggu hasil swab tes. Beruntungnya saat hasilnya negatif.

“Kami ingin mengantisipasi jika dikemudian hari ada warga isman positif yang meninggal. Karena tak ingin virus menyebar lebih luas, kami akhirnya belajar ke sini,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: