JEPARA, suaramuria.com – Ibadah kurban membutuhkan kesabaran dan ikhlasan dalam melaksanakannya. Sebab hakekatnya, bukan hewan ternak yang dibunuh, melainkan membunuh kecintaan berlebihan selain Allah SWT.

Waka Keagamaan dan Humas MAN 1 Jepara Ustadz Akhmad Yadiz mengatakan, Nabi Ibrahim AS bersama istri Hajar dan sang putra Ismail AS, telah memberikan keteladanan yang sangat luar biasa.

 “Dalam ibadah Qurban tergambar kesabaran Nabi Ibrahim AS atas ujian yang diberikan oleh Allah pada dirinya,” ujarnya dalam khotbah Idul Adha di Masjid Darussalam, Bukit Asri, Jepara, Jepara, Jumat (31/7) pagi.

Ujian yang selalu melekat dikenang sepanjang zaman. Mulai hidup di lingkungan penyembah berhala, dibakar api, dan lama tidak punya anak, hingga datanglah perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putra tersayang.

Nabi Ibrahim AS, termasuk orang yang kaya di zamannya, beliau mempunyai 1000 domba, 300 lembu dan 100 unta.  “Ketika suatu hari ditanya milik siapakah ternak sebanyak itu, maka dijawab semua ktu Milik Allah SWT.. tetapi sekarang masih jadi milikku. Namun kapan saja diminta.. akan aku berikan.Jangankan ternak, anakku saja milik Allah, bila diminta akan aku serahkan dengan ihlas.”

Menguji Iman

Nabi Ibraham dengan tegas menjawab itu, padahal lama tidak punya anak. Dalam Tafsir, dari pernyataan merelakan anaknya inilah yang menjadi acuan Allah untuk menguji Iman dan Taqwa dari Nabi Ibrahim AS.  

Allah menguji lewat mimpi  yang dinyatakan dalam QS  Asy Syafat ayat 102, yang artinya, ‘’Ibrahim berkata “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. maka fikirkanlah apa pendapatmu. ia menjawab wahai ayahku kerjakanlah apa yang diperntahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang orang  yang sabar”

Karena tidak hanya sekali wahyu itu datang, setelah melalui dialok dengan anaknya, dan anaknya dalam puncak keihlasan karena tahu bahwa yang datang dari Allah itu pasti benar.

Kenapa Allah memberi syariat seperti itu, karena Ibrahim lama tidak punya anak, dan setelah punya disuruh Allah meninggalkan  padahal masih bayi  dan setelah beberapa tahun pulang kedapatan anaknya sudah tumbuh besar, gagah,  elok, sehat, lincah, pinter cinta ibrahim berlebih.

‘’Dari sini inilah akhirnya muncul pelurusan bahwa tidak dibenarkan mencintai anak, istri, jabatan, derajat, ego melebihi cintanya pada Allah  bahkan pada Rosulullah saja tidak boleh.. itulah maqosid dari adanya syariat Qurban,’’ terang Akhmad Yazid.

Laksanakan Segera

Untuk itu, dia berpesan, jika diantara kita ada yang telah mampu berqurban namun belum pernah menunaikan, maka laksanakanlah segera, sebab Rasulullah SAW memberi peringatan dalam hadisnya.

“Barang siapa mempunyai keleluasaan untuk berqurban tetapi dia tidak melaksanakannya,  maka janganlah mendekati tempat ibadah kami’’.(Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).

Dia mengajak, umat Islam  mewujudkan rasa syukur kita pada Allah. Bukan syukur semata kita punya barang mewah, bagus, namun syukur kepada yang memberi nikmat .

Sebelum menjadi khotib, Uztadz Akhmad Yazid menjadi iam shalat Idul Adha. Seusai khotban, diadakan doa bersama yang dihadiri sebagian jamaah putra dan putri.

Ketua Pengurus Masjid Darussalam Bukit Asri Demaan H Nur Ikhsan bersama Ketua Panitia Qurban Aris Wijanarko menjelaskan, pelaksanaan shalat Id sesuai protokol kesehatan. 

Sebelum masuk  masjid,  jamaah diberiksa suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, dan sanitizer.  Jamaah laki laki di masjid, dan wanita di pelataran masjid, yang dipasang tenda. 

Masjid, secara berkala disemprot disinfektan oleh anggota jamaah Imam Sujoko. Bahkan, sebelum dan sesudah shalat  id, langsung disemprot.

Aris menambahkan, untuk tahun ini jumlah hewan qurban 7 ekor  sapi dan 11 kambing. Penyembelihan hewan kurban, akan dilaksanakan, Sabtu (1/8) pagi ini. Tahun lalu, 9 sapi dan 9 kambing. ‘’Tahun ini, panitia membatasi untuk jumlah sapi. Agar kegiatan dapat terlaksana lebih baik , dalam situasi seperti sekarang ini,’’ terangnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan