mengabaikan protokol kesehatan
Halalbihalal RS Keluarga Sehat secara video conference. (Foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Era kenormalan baru (new normal) masih belum sepenuhnya dipahami masyarakat luas. Mengingat, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSH) Pati dokter Benny Purwanto saat halalbihalal melalui video conference (vicon) yang berlangsung dari KS Hall Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat, Selasa (9/4).

Silaturahmi dan halalbihalal diikuti jajaran komisaris dan direksi PT Keluarga Sehat Sejahtera, yang menaungi RS Keluarga Sehat serta pihak manajemen rumah sakit tersebut.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forkompinda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dokter Edi Siswanto.

BACA JUGA: Pemkab Lamban Lengkapi Protokol Kesehatan di Pesantren

“Kita melihat banyak masyarakat seolah abai terhadap disiplin diri dan disiplin kelompok dalam menerapkan protokol kesehatan dalam masa persiapan new normal. Itu dikhawatirkan akan beresiko terjadinya penularan Covid-19 yang luas,” ujarnya dalam halalbihalal yang diisi tausiah oleh KH Ahmad Nadhif Mujib.

Jika kondisi demikian berlanjut maka akan semakin memperberat beban rumah sakit beserta tenaga kesehatan. Namun, dia mengingatkan kepada jajarannya untuk tidak skeptis, tidak mudah menyerah, dan jangan berhenti melayani.

Ia berharap tidak ada lagi warga yang mengabaikan protokol kesehatan. “Tugas kita tetap sama, mengedukasi dan melayani masyarakat. Jangan putus asa, karena di sini profesionalisme kita sedang diuji,” tandasnya.

Memotivasi Karyawan

Direktur  RS Keluarga Sehat dokter Kelvin Kurniawan juga memotivasi karyawan yang biasa disebut mitra Keluarga Sehat. Semua jajaran diajak memelihara semangat untuk terus berihtiar sekaligus tawakal. Sejalan dengan itu tak berhenti berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Inovasi yang kami kembangkan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 salah satunya melalui sistem pembayaran Quick Responsecode Indonesia Standart (QRIS). Itu merupakan kemudahan untuk semua platform pembayaran digital seperti OVO, GoPay, Shopeepay, Linkaja, dan m-banking berbagai bank. Tidak ada tambahan biaya dalam transaksinya,” papar Kelvin.

Mengenai Idul Fitri dan tradisi halalbihalal di tengah pandemi Covid-19 sangat berbeda dari biasanya. Dia mengaku, pihaknya baru kali ini menggelar halalbihalal tanpa jabat tangan dan tatap muka.

“Meskipun berjarak bukan berarti menjauh dan bukan berarti abai. Justru kondisi saat ini membuka wawasan baru bagi kita. Dengan teknologi kita bisa tetap menjalin silaturahmi dengan sahabat dan kerabat dengan penuh makna,” katanya.(SRM)

Tinggalkan Balasan