masuk sekolah
Ketua DPRD Kudus Masan. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – DPRD Kudus menemukan belum ada keseragaman masuk sekolah di era adaptasi kebiasaan baru (new normal). Ketua DPRD Kudus Masan mendesak agar Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membuat SOP kesehatan di sekolah.

Masan mengatakan, belum ada kesepahaman yang sama antara sekolah negeri dan swasta di awal tahun ajaran baru ini. “Ada yang sudah mulai masuk sekolah, ada yang belum. Kami meminta Dinkes dan Disdikpora membuat SOP yang jelas untuk sekolah di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal saat ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Masan, anak-anak mulai bosan di rumah. Para orang tua berharap agar sekolah bisa dimulai. Pasalnya pembelajaran via daring (dalam jaringan) atau online sejauh ini belum efektif.

BACA JUGA : Pemkab Kudus Larang Belajar Tatap Muka di Sekolah

Disebutkan, Pembelajaran online belum maksimal karena tidak semua orang tua bisa mendampingi anaknya belajar di rumah. Terutama para orang tua yang harus tetap bekerja. Praktis mereka tidak bisa memantau aktivitas belajar anaknya. Belum lagi siswa di daerah yang susah sinyal, tak bisa mengikuti pembelajaran via daring.

“Anak-anak sudah bosan di rumah. Jika memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, maka Dinkes dan Disdikpora harus membuat SOP yang jelas agar ada keseragaman semua sekolah di semua jenjang pendidikan di Kabupaten Kudus,” katanya.

Menanggapi itu, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus Harjuna Widodo mengatakan, Disdikpora sudah menggelar sosialisasi kepada semua kepala sekolah. Disdikpora juga sudah menerbitkan surat edaran pemulaan tahun pelajaran 2020/2021.

“Pada intinya karena zonasi Kabupaten Kudus belum zona hijau, maka menurut SKB 4 menteri maka kegiatan belajar mengajar di jenjang PAUD, SD, dan SMP diselenggaraan dengan pola BDR (belajar di rumah – Red),” katanya.

Dilakukan Terjadwal

Agar pola BDR berjalan optimal, sekolah dimungkinkan berkoordinasi dengan siswa maupun orang tua pada tanggal 13-18 Juli 2020. Kegiatan itu dilakukan secara terjadwal dengan menekankan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk siswa baru memang ada kegiatam MPLS (masa pengenalan sekolah – Red). Siswa datang ke sekolah sekaligus untuk mengambil buku paket. Untuk selanjutnya kegiatan belajar dilakukan via daring,” katanya.

Untuk wilayah yang masih susah sinyal, Disdikpora telah mengarahkan agar sekolah menjadwal guru untuk mendatangi para siswa.

“Untuk daerah yang susah sinyal sudah diatur teknis pembelajarannya. Guru bisa mendatangi siswanya. Kami sudah koordinasikan dengan semua kepala sekolah,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan