santri balekambang dikarantina
Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto menyerahkan bantuan 2.500 masker kepada Ponpes Balekambang yang diterima Ustadz HM Rozinur Masisi. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Desa Gemiring Lor,  Kecamatan Nalumsari, Jepara menerapkan protokoler kesehatan ketat kepada ribuan santri yang secara bergelombang mulai masuk ponpes. Selain mengikuti rapid test, santri balekambang dikarantina 14 hari.

“Santri baru maupun santri lama, masuk pondok wajib menjalani karantina 14 hari, sebelum mengikuti aktivitas di pondok,” ujar Pengasuh Ponpes Balekambang KH Ma’mun Abdullah Hadziq didampingi Ketua Pengurus Ponpes KH Mustamir Wildan, Senin (20/7).

Dijelaskan, santri lama berbagai jenjang mulai masuk pondok 28 Juni untuk yang berasal dari Kabupaten Jepara. Secara bergiliran, berdatangan dari berbagai daerah sesuai yang dijadwalkan. Begitu masuk, lanjut dia, santri langsung dikarantina.

BACA JUGA : Bupati Jepara Resmikan PT Ajwa Travelindo Wisata

Setelah santri lama dari jenjang MI,MTs,MA,SMK,Madrasah Salafiyah, Tahfidh Alquran, Ma’had Aly, dan Politeknik, giliran santri baru bergiliran masuk pondok. Paling akhir, santri putri MTs Minggu (19/7), sedang MTs Putra Sabtu (18/7).

Silaturrrahim dan serah terima santri baru MTs bersamaan Launching Ponpes Siaga Candi, di Masjid putra, Sabtu pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto, dan Kajari Jepara Saiful Bahri, Kepala Dinas Kesehatan Mudrikatun, pejabat dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Mayong, dan Nalumsari.

Pada kesempatan itu, Kapolres Jepara menyerahkan bantuan 2.500 masker Ponpes Balekambang, diterima Ustadz HM Rozinul Masisi.

Sejak di pintu utama pondok pesantren, para santri baru diperiksa ketat oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Selain harus membawa surat sehat, mereka juga harus melakukan rapid test untuk memastikan kondisi tubuhnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Mudrikatun mengatakan, para siswa diperiksa suhu tubuhnya satu persatu, dicek kesehatannya termasuk menjalani rapid test. Mengapresiasi santri Balekambang yang dikarantina selama 14 hari setelah tiba di pesantren.

Pihak ponpes, sudah menyediakan berbagai fasilitas penunjang dalam penerapan protokoler kesehatan. Fasilitas cuci tangan juga tersedia di banyak sudut ponpes ini. Santri juga mendapat masker.

Tidak Menjenguk

Kepada para orangtua santri, KH M Ma’mun mewanti-wanti agar tidak menjenguk putranya ketika sudah masuk ke ponpes. “Saya tekankan berkali-kali, orangtua tidak usah menjenguk anaknya di pondok.

Untuk bulan Dzulhijjah pondok  juga tidak ada libur. Ini demi kebaikan kita bersama. Yakinlah di dalam pondok lebih aman, karena santri tidak bisa keluar masuk dengan mudah” terang KH M Ma’mun.

BACA JUGA : Libatkan Peneliti, Pemkab Jepara Rumuskan Solusi Covid-19

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, ponpes yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan dan menerapkan protokoler kesehatan dengan ketat. Jika belum bisa menerapkan, maka pemerintah belum bisa memberikan izin.

“Alhamdulillah di Balekambang ini tadi saya lihat semuanya sudah bermasker dan menerapkan protokol kesehatan. Semoga ini menginspirasi ponpes yang lain yang ingin buka kembali,” ungkap Bupati yang akrab disapa Andi itu.

Dibeberkan, kasus Covid-19 di Jepara memang masih cukup tinggi. Hal ini karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPP) Covid-19 melakukan tracing. Jika semuanya ingin agar kasusnya menurun, maka semua pihak harus bekerjasama.

“Pemerintah akan melakukan penanganan, sementara masyarakat juga harus terus patuh dan disiplin menerapkan protokoler kesehatan,’’ ujar Andi. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan