empat pilar kebangsaan
Anggota MPR RI Marwan Jafar menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Pati. (foto : suaramuria)

PATI, suaramuria.com – Anggota MPR RI Marwan Jafar menyebut, empat pilar kebangsaan sudah final. Kelompok yang ingin mengganti Pancasila dengan dasar lain patut disadarkan lantaran telah melupakan sejarah.

Menurutnya, Pancasila telah final sebagai dasar negara sehingga tidak patut dipertanyakan apalagi berupaya mengganti dengan asas lain.

“Para pendiri bangsa, termasuk di dalamnya ulama merumuskan Pancasila dengan ihtiar panjang. Penetapan lima pasal Pancasila sebagai landasan mempersatukan mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam tanpa meninggalkan penegasan atas prinsip keagamaan,” ujarnya saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Pati.

Sosialisasi diikuti lebih dari seratus anggota Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Pati.

BACA JUGA : Marwan Minta Harga BBM Terjangkau Rakyat

Dia meminta pandangan hingga seruan kelompok kecil yang mempermasalahkan Pancasila harus segera dihentikan. Sekaligus mengimbau kepada masyarakat untuk waspada atas pandangan anti-pancasila.

Lebih lanjut politisi PKB ini menjelaskan, empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika perlu lebih massif disosialisasikan.

Mengingat, empat pilar tersebut merupakan penyangga negara dan dan menjadikan rakyat nyaman, aman, tenteram dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai gangguan dan bencana.

“Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kumpulan nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat. Sekaligus menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat,” paparnya.

Pria asal Pati itu mengemukakan, seluruh komponen harus secara sadar bahu membahu untuk saling mengingatkan jika terdapat pihak di lingkungannya yang mempermasalahkan empat pilar. Penanaman dan pemantapan wawasan kebangsaan dan bela negara juga perlu ditingkatkan di level generasi muda.

Saat ini, lanjut dia, sudah seharusnya tidak lagi membicarakan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika, tetapi fokus pada peningkatan prestasi bangsa. Mengingat, persaingan di era industri 4.0 semakin kompetitif sehingga menuntut daya saing tinggi.(SRM)

Tinggalkan Balasan