makam sunan muria dibuka
Kondisi areal parkir kendaraan peziarah sebelum areal makam Sunan Muria ditutup karena pandemi Covid-19. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Setelah dua bulan lebih ditutup untuk peziarah, makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, rencananya akan dibuka kembali. Namun, makam Sunan Muria dibuka lagi jika sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, ada rencana pembukaan kembali objek wisata religi makam Sunan Muria, dengan sejumlah catatan khusus. Pihaknya tengah melakukan simulasi pembukaan kembali makam Sunan Muria untuk para peziarah.

Jika nanti dibuka, lanjut Hartopo, pemberlakukan physical distancing wajib dilaksanakan. Jumlah peziarah objek wisata di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang masuk akan dibatasi.

“Hari ini ada simulasi pemberlakuan new normal di makam Sunan Muria. Untuk tahap pertama wisatawan lokal yang boleh masuk jika nanti benar-benar sudah dibuka kembali,” kata Hartopo, Senin (1/7).

BACA JUGA : Parade Sewu Kupat Desa Colo Ditiadakan, Ini Gantinya

Hartopo membandingkan makam Sunan Kalijaga di Demak yang kabarnya sudah dibuka kembali untuk peziarah. Selain menerapkan disiplin jeda jarak fisik dan sosial, protokol kesehatan di tempat wisata ziarah itu juga akan diterapkan.

“Wajib ada tempat pengecekan kesehatan khusus, ada tempat cuci tangan dengan sabun, dan peziarah wajib mengenakan masker. Petugas juga harus dilengkapi dengan thermogun untuk mengukur suhu tubuh peziarah yang datang,” katanya.

Hartopo menambahkan, dalam simulasi tersebut juga akan dihitung berapa kapasitas peziarah jika aturan physical distancing diterapkan.  “Jika memang nanti sesuai harapan, peziarah dari luar daerah boleh berkunjung,” katanya.

Booking Dulu

Namun, peziarah dari luar daerah wajib booking atau mendaftar via online untuk memamstikan ketersediaan tempar. Hal ini juga perlu untuk mengatur peziarah agar tidak menumpuk. Selain itu, peziarah luar daerah wajib mengantongi surat keterangan sehat dari daerah asal.

Selain makam sunan muriah, objek wisata ziarah di Makam Sunan Kudus juga akan diberlaukan hal yang sama. Ia berharap disiplin protokol kesehatan mampu mengantisipasi potensi penularan virus Corona antarpeziarah maupun penduduk sekitar.

“Karena itu kami lakukan simulasi dulu. Lyout peziarah ditata, pemetaannya bagaimana. Jika sudah siap akan dibuka kembali untuk umum. Peziarah boleh masuk lagi,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan