macan muria
Rujito menunjukkan kandang ayam kalkun dan kelinci miliknya yang rusak. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria – Jejak keberadaan hewan buas macan di kawasan lereng Muria semakin sering terlihat manusia. Macan yang hidup di lereng pegunungan Muria itu kerap turun gunung memangsa hewan peliharaan warga.

Rujito, warga Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mengaku pernah memergoki macan Muria di kawasan Puncak Argopiloso. “Saat naik ke puncak Argopiloso saya pernah melihat macan jenis loreng,” katanya.

Rujito yang membuka jasa penitipan kendaraan di kawasan wisata air tiga rasa Rejenu ini juga mengungkapkan, hewan peliharaannya ayam kalkun dan kelinci habis dimangsa macan, Ramadan lalu. Kandang miliknya itu berada persis di sebelah tempat parkir yang ia kelola.

“Saat saya cek, kandang sudah rusak parah. Tiga ayam kalkun dan dua kelinci dimangsa macan itu. Ada jejak macan yang tertinggal di sekitar kandang ” kata pria yang akrab disapa Komeng itu.

BACA JUGA : Makam Sunan Muria Dibuka Lagi, Ini Syaratnya

Keberadaan macan itu belakangan tak terlihat lagi, sejak kawasan wisata air tiga rasa kembali dikunjungi wisatawan. Tempat wisata yang berada satu kompleks dengan makam wali Syeh Sadli itu, kembali dibuka untuk wisatawan umum, awal Syawal lalu.

Mulai 1 Muharram, tempat wisata religi itu sudah buka 24 jam. “Kompleks air tiga rasa tutup sejak ada pandemi Covid-19. Pengelola kembali membuka kembali pada 1 Syawal lalu,” katanya.

Sejak Syawal, kata Rujito, pengunjung yang datang cukup banyak. Selain untuk mencicipi air tiga rasa, peziarah umumnya secara khusus datang untuk berziarah ke makam wali Syeh Sadzali Rejenu.

“Para pendaki yang hendak ke Puncak Argopiloso juga mulai berdatangan seiring jalur treking yang kembali dibuka,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan