legenda suara muria
Legenda bulutangkis Indonesia Tan Joe Hok (kiri) dan Lim Swie King (kanan)

KUDUS, suaramuria.com – Bulu tangkis Indonesia harus terus berbenah menyiapkan talenta mudanya. Jika tidak, dikhawatirkan bakal semakin tertinggal dari negara lain. Terlebih saat ini negara-negara Eropa sudah mulai melirik bulu tangkis.

Keresahan itu diutarakan legenda bulu tangkis Indonesia Tan Joe Hok. Ia melihat keunggulan Indonesia di sektor ganda memang bagus dari segi prestasi. Namun, saat ini justru ada kecenderungan atlet-atlet lebih memilih bermain di sektor ganda.

“Ganda Indonesia memang kuat. Permainan di sektor ganda juga lebih cepat dan menarik. Anak-anak saat ini saya lihat inginnya main ganda semua. Jarang ada yang ingin main single,” katanya di sela audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum.

BACA JUGA : Pensiun, Liliyana Natsir Kini Jadi Pencari Bakat

Peraih gelar All England pertama untuk Indonesia pada tahun 1959 itu menilai, tim pelatih saat ini memiliki beban berat menyiapkan atlet-atletnya. “Jika nanti prize (hadiah) turnamen bulu tangkis terus naik, setara dengan tenis lapangan, akan semakin banyak negara yang berminat, maka persaingan akan semakin ketat,” katanya.

Menurut Joe Hok, kesuksesan seorang atlet tak hanya ditunjang oleh skill permainan yang bagus. Sisi mental dan spiritual atlet juga perlu digarap untuk membentuk karakter juara pada anak. “Tantangan melatih saat ini memang cukup banyak. Misalnya saja fokus anak sering terganggu oleh handphone. Ini perlu disikapi serius,” katanya.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menaruh perhatian besar pada sektor tunggal baik putra dan putri melalui ajang audisi beasiswa bulu tangkis. Animo atlet cilik setiap tahun terus meningkat. Hal ini menjadi modal penting regenerasi bulu tangkis Indonesia ke depan.

Sementara itu, audisi PB Djarum masih menyisakan sebanyak 87 anak. Mereka dinyatakan lolos grand final audisi hari kedua, Kamis (21/11/2019). Sebelumnya ada sebanyak 134 peserta grand final audisi peraih Super Tiket di lima kota audisi yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus.

Mereka yang lolos pada hari kedua yaitu sebanyak 32 peserta U11 putra, 23 peserta U11 putri, 18 peserta U13 putra, dan 14 peserta U13 putri. Hingga Kamis sore, mereka kembali bermain di babak turnamen yang keempat kalinya.

“Setelah pertandingan sore ini rampung, pelatih akan kembali mengeliminasi para peserta dan mengumumkan siapa saja yang berhak melaju ke hari terakhir besok, (Jumat, 22/11),” kata Fung. (SRM)

Tinggalkan Balasan