Lazisnu Pati membagikan ribuan paket sembako untuk warga terdampak Covid-19. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) belakangan menyisir wilayah Pati untuk membagikan ribuan paket sembako. Pembagian tersebut langsung diterimakan kepada masyarakat dari desa ke desa.

“Ada sekitar empat ton beras dan bahan kebutuhan pokok lain yang kami kemas menjadi ribuan paket. Untuk sementara, kami memperkirakan dapat membagikan 2.000 paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 pada seluruh kecamatan di Pati,” ujar Ketua Lazisnu Pati Muhammad Niam, Selasa (14/4).

Sejalan dengan itu, sebanyak 7.000 masker juga diberikan gratis kepada masyarakat oleh NU-Care Lazisnu Pati. Dia menyatakan, gerakan itu berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

BACA JUGA: Pekerja Mudik Terdampak Korona Bisa Peroleh Kartu Prakerja

“Penggalangan donasi di setiap ranting (desa) ternyata terus dilakukan sehingga bisa lebih banyak lagi bantuannya. Sistem kami bukan sentralistik tetapi memberdayakan kader di semua tingkatan,” lanjut dia.

Adapun untuk menjamin ketersediaan masker, Niam mengaku pihaknya secara khusus melibatkan 30 relawan penjahit. Secara bertahap alat penutup mulut dan hidung itu dibagikan.

Pasien Positif Covid-19 Bertambah

Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati Haryanto menyatakan, pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah satu orang. Pasien itu dirawat di ruang isolasi RSUD Wongsonegoro Kota Semarang.

“Sampai Senin (14/4) jam 07.00 PDP berjumlah sembilan orang. Empat di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya ada tiga PDP yang positif,” ungkapnya.

Tiga PDP yang telah terkonfirmasi positif sebelumnya dirawat di RSUD dr Moewardi Surakarta, RSUD dr Soetrasno Rembang, dan RSUD RAA Soewondo Pati. Sedangkan lima PDP lain kini masih menunggu hasil laboratorium. Masing-masing dirawat di RSUD Wongsonegoro Kota Semarang, RS Keluarga Sehat Pati, RSUD dr Soetrasno Rembang, dan RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga.

Lebih lanjut bupati Pati itu menjelaskan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 657. Sebanyak 573 orang telah selesai masa pemantauannya dan 84 lainnya masih dalam pemantauan intensif.

“Untuk kesekian kalinya saya menyampaikan, kita harus disiplin untuk memutus mata rantai Covid-19. Kuncinya disiplin untuk tunduk pada petunjuk pemerintah,” ujarnya.

Dia mengajak masyarakat tanpa terkecuali untuk menjaga pola hidup sehat, sering mencuci tangan dengan sabun, berolahraga cukup, dan makan makanan bergizi seimbang. Haryanto juga mewajibkan setiap warga Pati untuk bermasker ketika keluar rumah dan menghindari kerumunan serta selalu menjaga jarak (social distancing dan physical distancing).(SRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here