Lantik 119 Pejabat di Lapangan Tenis, Ini Pesan Hartopo

0
422

KUDUS, suaramuria.com – Pertama sejak menjabat bupati Kudus, Hartopo menggelar mutasi besar-besaran. Bupati Kudus HM Hartopo saat lantik sebanyak 119 pejabat di lingkungan Pemkab Kudus, Senin (26/4) sore.

Pelantikan digelar secara khusyuk di lapangan tenis Pemkab Kudus.

“Pejabat harus terus membuat inovasi pelayanan. Jangan monoton. Sabar dalam melayani masyarakat. Pengabdian untuk bersama membangun Kabupaten Kudus agar lebih maju sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” pesannya pada upacara pelantikan tersebut.

BACA JUGA : Bangun Kudus, Bupati Butuh Kriteria Pejabat 4 Sehat 5 Sempurna

Dari sebanyk 119 pejabat yang dilantik, ada empat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut dilantik. Empat kursi kepala dinas sebelumnya kosong dan diisi seorang pelaksana tugas.

Keempat kepala OPD yang dilantik yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto, Kepala Dinas pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Harjuna Widada, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah  (Disnakerperinkop UMKM) Rini Kartika Hadi Ahmawati, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Badai Ismoyo.

Direktur RSU dr Loekmonohadi Kudus dokter Abdul Azis turut dilantik dan diambil sumpahnya menyusul adanya perubahan status daan kewenangan rumah sakit milik Pemkab Kudus tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo menambahkan, mutasi pejabat merupakan momentum yang biasa terjadi di lingkungan birokrasi pemerintahan. “Baik rotasi, mutasi, ataupun kenaikan pangkat, semua dilakukan untuk penyegaran sebuah OPD,” katanya.

Ia berharap kepada pejabat yang dilantik bisa berpegang teguh pada prinsip empat sehat lima sempurna, yakni jujur, disiplin, loyalitas tinggi, memiliki kemauan kerja tinggi, dan kepintaran.

Syarat kepemimpinan tersebut, kata dia, yang perlu dipacu bersama. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal.

Rahasia

Hartopo mengakui jika pelaksanaan mutasi pejabat ini agak molor karena alasan teknis serta penyusunan daftar nama pejabat yang akan dilantik. “Sengaja dirahasiakan dulu nama-nama pejabat yang akan dilantik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Hartopo mengingatkan para pejabat untuk fokus pada tupoksinya, tidak justru sibuk melakukan manuver politik, sehingga menjadi duri dalam daging di tubuh suatu organisasi daerah.

“Setiap dinas adalah keluarga, harus harmonis. Kami yakin jika harmonis kinerjanya bisa terbentuk secara maksimal. Kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, dan mau bekerja keras, serta pintar menjadi syarat mutlak seorang pejabat,” katanya.  (srm)

Tinggalkan Balasan