- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Rabu, 19 Januari 2022
BerandaKudusLanjutan Sidang Proyek Hotel Sato, Hakim Cek Tiga Rumah Terdampak

Lanjutan Sidang Proyek Hotel Sato, Hakim Cek Tiga Rumah Terdampak

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Kasus gugatan pembangunan Hotel Sato berlanjut. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kudus mengecek langsung tiga rumah warga yang mengalami kerusakan akibat dampak pembangunan hotel berlantai lima di Jalan Pemuda itu, Jumat (27/8).

Ketua PN Kudus Singgih Wahono mengatakan, pengecekan itu menjadi bagian agenda pemeriksaan setempat usai beberapa kali persidangan, Jumat. Selain mengecek bangunan Hotel Sato, Singgih bersama majelis hakim yang menyidangkan kasus itu mendatangi tiga rumah milik Beni Junaidi, Beni Gunawan, dan Wiwik.

“Agenda kami mengunjungi tiga rumah warga di Desa Nganguk, Kecamatan Kota Kudus yang lokasinya berdekatan dengan Hotel Sato untuk pemeriksaan setempat,” kata Singgih.

Singgih menambahkan, pemeriksaan setempat itu dipelukan untuk memastikan apakah objek sengketa sesuai dalil-dalil posita gugatan penggugat. Ia hanya melihat dan memastikan objek yang ditunjukkan oleh penggugat.

“Sebab dalam persidangan penggugat mendalilkan tiga objek rumah para penggugat ada beberapa kerusakan akibat pembangunan Hotel Sato,” terangnya.

BACA JUGA : Objek Wisata di Kudus Kembali Buka, Pengunjung Harus Punya ini

Sebelum pemeriksaan setempat, kata dia, majelis hakim juga melihat dari isi gugatan, jawaban, replik, duplik, bukti surat dan saksi. Majelis hakim kemudian akan membuat kesimpulan untuk menilai apakah dalil penggugat masuk alasan hukum atau tidak.

Disebutkan, pihak penggugat menyebut kerusakan tiga rumah akibat pembangunan hotel. Sementara itu, tergugat membantahnya. Setelah pemerikasan setempat, persidangan ditunda dua pekan sesuai permintaan penggugat dan tergugat.

“Agenda persidangan berikutnya berupa kesimpulan pada Kamis (9/9). Setelah itu, sidang putusan,” terangnya.

Mediasi

Sebelum masuk ke ranah hukum, kasus tersebut sempat dimediasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemda setempat, Kodim, Polres. “Kami pun sudah berupaya mendamaikan, namun tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya dilanjutkan persidangan,” kata Singgih.

Kuasa Hukum penggugat Agus Supriyanto, mengakui tuntutan kliennya terhadap pemilik hotel untuk mengembalikan kondisi bangunan seperti aslinya.

“Untuk tuntutan secara materiil sebesar Rp 3 miliar, sedangkan immateriil antara Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Kalaupun mau memperbaiki ketiga rumah kliennya itu seperti semula tentu ya bisa saja dilakukan,” katanya.

Agus menambahkan, dari keterangan tergugat di persidangan muncul fakta persidangan bahwa izinnya lima lantai, ternyata enam lantai. Ada tambahan satu lantai untuk kolam renang di bagian tas.

“Ahli menyebut beban kolam renangnya jauh lebih berat, ketimbang keberadaan kamar hotelnya,” ujarnya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here