suara muria koperasi
Warga melihat tas produksi anggota koperasi tas Kurma Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada sebuah pameran. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaaramuria.com – Puluhan koperasi di Kabupaten Kudus kondisinya memprihatinkan. Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus mencatat, ada sebanyak 58 koperasi yang terancam dibubarkan.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo mengatakan, koperasi sebanyak itu sudah tak jelas pengurus dan alamatnya.

“Dari pantauan kami ada sebanyak 58 koperasi yang sudah vakum dan tidak ada aktivita,” katanya, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA : Duh… Pemkab Kudus Nonaktifkan 192 Ribu JKN Warga Miskin

Bambang mengatakan, pihaknya telah melaporkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM agar sebanyak 58 koperasi tersebut segera dibubarkan.

“Tinggal menunggu surat dari Kemenkop dan UMKM. Sudah kami usulkan agar 58 koperasi tersebut dibubarkan,” katanya.

Disebutkan, alasan koperasi tersebut diusulkan untuk dibubarkan selain pengurus dan alamatnya tidak jelas, koperasi tersebut juga diketahui tidak ada kegiatan lagi. Mereka juga tidak melaporkan hasil rapat akhir tahunan (RAT), dua tahun berturut-turut.

Data Disnaker Perinkop dan UMKM Kabupaten Kudus menyebutkan, total ada sebanyak 548 koperasi di Kabupaten Kudus. Dari jumah itu, ada sebanyak 480 koperasi masih beroperasi.

“Dari jumlah itu da yang sehat, tetapi ada yang mulai kurang sehat,” katanya.

Bambang mengatakan, dinasnya telah melakukan pembinaan kepada koperasi agar tertib termasuk menggelar RAT setiap tahun. Hingga hingga awal 2020 ini misalnya, ada sebanyak 20 koperasi yang melakukan rapat kepengurusan koperasi.

“Jika dalam dua tahun berturut-turut tidak melakukan rapat nanti akan kami lakukan pengawasan. Warga perlu berhati-hati dalam menyimpan dana atau aset di koperasi, sebelum memastikan koperasi tersebut memang masuk kategori sehat,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan