biaya uji swab ditanggung apbd
Pengujian sampel di laboratorium biomolekuler di RSUD Loekmonohadi Kudus yang diresmikan, Senin (8/6). (foto : dok/suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – RSUD dr Loekmonohadi Kudus mulai mengoperasikan alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk uji sampel swab Covid-19. Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, biaya uji swab ditanggung APBD.

Operasional alat bantuan salah satu pabrik rokok di Kudus itu diresmikan, Senin (8/6). Hartopo mengatakan, dengan dioperasikannya alat tersebut diharapkan bisa mempercepat proses uji swab warga.

“Kapasitas alat RT PCR ini bisa mencapai 90. Proses pengujian memakan waktu depan jam. Kami harapkan bisa dipercepat nantinya bisa lima jam. Untuk biaya operasional uji swab ditanggung APBD,” kata Hartopo.

BACA JUGA : Hartopo ; New Normal Demi Pemulihan Ekonomi

Hartopo menambahkan, RSUD Kudus yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Indonesia bisa melayani uji swab dari rumah sakit di daerah tetangga.

“Bisa saja laboratorium biomolekuler milik RSUD Loekmonohadi Kudus ini nantinya melayani uji swab dari kabupaten tetangga seperti Jepara, Demak, Grobogan, Pati, dan lainnya,” katanya.

Biaya Per Sampel

Direktur RSU dr Loekmonohadi Kudus dokter Abdul Azis Achyar mengatakan, pihaknya belum menghitung secara rinci biaya operasional yang dikeluarkan untuk uji swab itu. Namun diperkirakan biayanya mencapai Rp 500 ribu per sampel.

Sampel yang diuji di RSU Kudus juga akan dikirim ke laboratorium Salatiga. “Kami akan mengirimkan 20 sampel positif dan 20 sampel negatif untuk menguji validitas alat RT PCR yang kami operasikan,” katanya.

Terkait legalitas pengoperasian alat tersebut, Azis menambahkan, telah mengirimkan surat ke Puslitbankes Kemenkes untuk meminta surat rekomendasi pengoperasian alat RT PCR untuk uji sampel swab Covid-19.

Dengan surat tersebut, diharapkan RSU Kudus ditetapkan secara resmi menjadi salah satu tempat pengujian sampel swab di Indonesia. “Secara resmi surat sudah kami kirim. Kami juga terus berkomunikaksi via whatsapp maupun telepon. Meski belum ada balasan, alat kami tetap bisa dioperasikan,” katanya.

Azis menambahkan, hasil pengujian di laboratorium biomolekuler RSU Kudus itu terkoneksi dengan komputer di laboratorium milik Puslitbankes. Hasil uji sampel swab itu akan langsung dilaporkan ke Pusat. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan