perpanjangan ppdb
Panitia PPDB SMPN 4 Bae menerima orang tua dan calon siswa baru yang hendak melengkapi berkas pendaftaran, Selasa (30/6). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemberlakukan sistem zonasi tak lantas membuat sekolah negeri dibanjiri pendaftar. SMP Negeri 4 Bae Kudus justru mengajukan perpanjangan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) karena belum memenuhi kuota hingga batas akhir masa pendaftaran.

Kepala SMPN 4 Bae Kudus Supena mengatakan, daya tampung sekolah yang dipimpinnya pada tahun ajaran baru ini ditetapkan sebanyak 256 anak. “Dalam dapodik kami seting untuk tujuh kelas, dengan satu kelas sebanyak 32 anak. Hingga Sabtu lalu baru terisi sebanyak 215 anak,” katanya,” Selasa (30/6).

Karena itu, sekolahnya mengajukan perpanjangan PPDB secara offline ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. “Kami meminta masa perpanjangan PPDB secara offline selama dua hari yakni Senin dan Selasa ini,” katanya.

BACA JUGA : DPRD Pati Usulkan Konsep Zonasi Sekolah Ditinjau Ulang

Supena mengatakan, dalam masa perpanjangan dua hari terakhir ada tambahan sebanyak 12 anak calon siswa baru. Untuk memenuhi kota itu, pihak seolah harus menghubungi langsung orang tua calon siswa yang telah didaftarkan secara online.

Perpanjangan PPDB secara offline ini, lanjut Supena, dilakukan dengan memperhatikan pemberlakukan protokol kesehatan secara ketat. “Kami telah menambah fasilitas cuci tangan untuk para orang tua dan calon siswa yang hendak melakukan daftar ulang. Fasilitas protokol kesehatan lainnya juga telah kami lengkapi,” katanya.

Tunggu Laporan

Pendaftaran siswa baru jenjang SMP digelar 22-27 Juni 2020. Sesuai tahapan, pengumuman hasil PPDB akan diumumkan 29 Juni 2020. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada membenarkan adanya sekolah yang mengajukan masa perpanjangan PPDB.

“Hanya satu sekolah. Untuk SMP negeri lainnya dari laporan yang kami terima sudah memenuhi kuota,” katanya.

Tak semua sekolah SMP negeri di Kudus bisa menggelar PPDB via daring (online). Harjuna mengatakan, ada ketiga sekolah yang karena susah sinyal sehingga belum bisa menggelar PPDB via online.

Tiga sekolah tersebut SMP Satu Atap Undaan, SMP Rahtawu, dan SMP 3 Dawe. “Karena di ketiga sekolah itu masih susah sinyal internet, PPDB dilaksanakan secara offline. Hingga saat ini belum ada laporan PPDB di tiga sekolah itu yang masuk ke kami. Kami masih terus memantau,” katanya.

Selain terkendala sinyal internet yang masih sulit, ketiga SMP tersebut dimungkinkan hanya menerima siswa sekitar. Sementara SMP lainnya tetap menggelar PPDB via daring. “Kecuali tiga sekolah tersebut, PPDP bisa dilaksanakan secara online karena tidak ada permasalahan terkait sinyal internet,” katanya. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan