sampah pasar
Aktivitas pedagang di Pasar Bitingan, Kecamatan Jati. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menghitung ulang produksi sampah pada semua pasar setiap harinya. Data akan digunakan untuk pembuatan sistem pengelolaan sampah secara mandiri.

Selain menjaga kebersihan pasar, program yang diancangkan digelar tahun 2021 diharapkan memberi nilai tambah melalui proses daur ulang yang dilakukan.

Kadinas Perdagangan Sudiartik melalui Sekdin Andi Imam Santosa, menyebut membawa sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Tanjungrejo tidak menyelesaikan masalah. Peningkatan produksi sampah lebih cepat dibandingkan kemungkinan perluasan area TPA.

”Sebelum kami menjalankan sistem tersebut, harus disertai data produksi sampah yang akurat,” katanya.

BACA JUGA : Pasar Kopi Muria Lesu, Pimpinan Komisi XI DPR Dorong Perbankan Turun

Hingga saat sekarang, belum ada pasti produksi sampah di 33 pasar tradisional. Diyakini, total produksi buangan puluhan ton setiap harinya.

”Sampah Pasar Bitingan saja diperkirakan memproduksi 20 ton setiap harinya,” ujarnya.

Semua pasar tradisional di Kota Keretek diharapkan mengelola sampah secara mandiri. Buangan yang terkumpul dijadikan bahan pupuk, dan hasil penjualannya digunakan untuk operasional pasar. Hingga kemarin, kajian pengelolaan sampah secara mandiri masih disiapkan.

”Soal teknologi, kami dapat menggandeng instansi terkait atau pihak swasta,” imbuhnya.

Teknisnya, di setiap pasar diminta menyediakan lahan untuk penimbunan sampah. Melalui penanganan tertentu buangan dijadikan pupuk butiran atau granule.

”Pupuk dapat dijual, dan tidak terjadi penumpukan sampah di pasar,” ungkapnya.

Program pengelolaan sampah mandiri di pasar cepat atau lambat akan dijalankan. Peningkatan produksi sampah dari pusat publik tersebut cenderung meningkat setiap tahunnya.

”Butuh penyikapan dan tidak hanya sekedar diangkut ke TPA saja,” imbuhnya.

Pengelolaan sampah menjadi pupuk menggandeng pihak ketiga. Pihaknya sudah mempunyai beberapa pandangan pihak yang dianggap mempunyai kompetensi dalam pengelolaan sampah. (SRM)

Tinggalkan Balasan