parijoto sebagai varietas unggulan
Sirop yang diolah dari buah parijoto di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemkab Kudus daftarkan Buah alpukat dan parijoto sebagai varietas unggulan di Kabupaten Kudus. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan, pengakuan itu penting untuk menjaga plasma nutfah dan kekayaan lokal unggulan daerah di Kudus.

Selain itu, dengan adanya pengakuan tersebut, pengembangan bibit kedua buah khas lereng Muria itu bisa dioptimalkan.

Catur mengatakan, pendaftaran alpukat dan parijoto sebagao varietas unggulan, tanaman khas asli Kabupaten Kudus itu, telah diajukan ke Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

“Kami sudah mengajukan permohonan observasi varietas unggul daerah, yakni tanaman buah alpukat muria dan parijoto ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Jateng,” kata Catur.

BACA JUGA : Kera Muria Turun Gunung Serbu Rumah Warga

Catur menambahkan, pendaftaran varietas unggulan daerah ke Kementerian Pertanian tersebut, penting untuk menjaga plasma nutfah dan kekayaan lokal unggulan daerah yang ada di Kabupaten Kudus.

Jika disetujui, pembibitan kedua tanaman itu akan mengantongi sertifikat dari Kementerian Pertanian tersebut.

“Syarat untuk bisa mendaftarkan varietas lokal, salah satunya terdapat tanaman indukan. Beruntung sudah kami menemukan tanaman parijoto dengan usia tanaman 100-an tahun,” katanya.

Untuk memudahkan tim verifikasi mendatangi tanaman tersebut, maka dipilih tanaman yang usianya berkisar 20-an tahun. Tanaman itu ditemukan di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menyebutkan, kedua komoditas tersebut, tidak hanya di Desa Japan saja. Sebaran parijoto berada di di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dan Desa Colo, Kecamatan Dawe.

“Sementara tanaman alpukat yang didaftarkan merupakan alpukat aligator karena buahnya cukup besar dan tidak seperti di pasaran pada umumnya,” katanya.

Buah Duku

Catur menambahkan, sebelum dua jenis buah tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus sebelumnya telah mendaftarkan duku sumber sebagai tanaman khas asli Kudus, tahun 2018.

Pengajuan untuk tanaman duku sumber, kata Catur, membutuhkan proses lama karena harus ada pengecekan ke lapangan saat musim panen. “Tim baru akan turun saat duku sumber berbuah. Jadi prosesnya agak lama,” katanya.

Sementara untuk buah parijoto, Catur optimistis proses berlangsung lebih cepat. Pasalnya kedua jenis tanaman tersebut hampir berbuah sepanjang tahun. “Ketika ada tim verifikasi datang, tidak perlu menunggu lama karena sudah ada tanaman yang sudah berbuah,” katanya.

Pendaftaran ini, lanjut Catur, juga penting untuk mendukung UMKM yang memanfaatkan buah tersebut untuk usahanya. Seperti diketahui, buah parijoto banyak diolah pelaku UMKM di Kecamatan Dawe menjadi sirop hingga keripik. Produk itu telah dijual hingga keluar daerah. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan